Setelah Penyerangan,TNI - Polri Kawal Khusus Proyek Trans Papua

Reporter

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) didampingi Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto (kiri) berbincang dengan keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat serah terima jenazah di hanggar Avco Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat, 7 Desember 2018. Sebanyak sembilan jenazah korban penembakan KKB di Nduga diserahterimakan ke pihak keluarga. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Proyek pembangunan jembatan penghubung Trans Papua di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, bakal dilanjutkan setelah kondisi di daerah tersebut aman. TNI dan kepolisian akan membentuk tim keamanan bersama untuk mengawal proses pembangunan infrastruktur di wilayah itu.

Baca: Soal Penembakan di Papua, Polri: Negara Tak Boleh Kalah

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa tim bersama akan mengawal pekerja dan fasilitas proyek, serta mendekati masyarakat setempat. Ia menargetkan pekerjaan pembangunan jembatan—termasuk di Yigi—bisa kembali dimulai. “Insya Allah dalam waktu sepekan ke depan akan dilaksanakan kembali,” kata Hadi, Jumat, 7 Desember 2018.

Pengawalan terhadap pekerja proyek Jalan Trans Papua selama ini telah dilakukan oleh Satuan Tugas Khusus Papua. Satuan itu terdiri atas personel Kepolisian RI, Kepolisian Daerah Papua, Komando Daerah Militer Cenderawasih, serta Markas Besar TNI. Tim ini dibentuk sekitar enam bulan lalu dengan tugas mengamankan pembangunan infrastruktur, penyelenggaraan pemilihan kepala daerah, serta tugas sosial lain. Tim berisikan 3.500 personel dan masa tugasnya diperpanjang hingga Pemilu 2019.

Sejak proyek Trans Papua dipercepat pada 2015, setidaknya ada dua kali penyerangan oleh kelompok bersenjata yang menyebabkan lima pekerja tewas. Akhir pekan lalu, setidaknya 16 pekerja proyek pembangunan jembatan di Distrik Yigi terbunuh karena ditembak kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Egianus Kogoya.

Baca: Kritik Jokowi Soal Tol Papua, Natallius: Soeharto Saja Tak Berani

Wakil Kepala Penerangan Kodam Cendrawasih, Letnan Kolonel Infanteri Dax Sianturi, mengatakan pengawalan terhadap pekerja Trans Papua akan dioptimalkan. Selama ini pengerjaan proyek jembatan penghubung Trans Papua tidak dikawal melekat oleh tentara karena belum ada kerja sama dengan perusahaan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Tapi pekerjanya tetap diwajibkan melapor ke pos jaga terdekat kalau keluar-masuk,” kata Dax. Pengawalan melekat selama ini hanya dilaksanakan untuk pembangunan jalan. Ke depan, prosedur yang sama akan berlaku untuk seluruh proyek infrastruktur pemerintah di Papua.

Sekretaris Perusahaan PT Istaka Karya (Persero), Yudi Kristanto, mengakui proyek jembatan di Yigi tidak dikawal tentara secara terus-menerus. Meski begitu, ia mengimbuhkan, pekerja Istaka memiliki standar operasi selama bertugas di pedalaman Papua, misalnya pekerja diharuskan menjalin hubungan baik dengan masyarakat setempat serta tentara yang ditugaskan di sekitar lokasi pekerjaan.

INDRI MAULIDAR | AHMAD FAIZ | RYAN DWIKY ANGGRIAWAN






UGM Terima Dana Pendidikan Rp 1,5 Miliar dari Freeport, Ini Kata Rektor Ova Emilia

1 jam lalu

UGM Terima Dana Pendidikan Rp 1,5 Miliar dari Freeport, Ini Kata Rektor Ova Emilia

Selain memberikan beasiswa kepada 60 mahasiswa, PT Freeport Indonesia juga mengucurkan dana penelitian senilai Rp 1,5 miliar.


Soal Anggota TNI Tendang Aremania, KSAD Dudung Abdurachman Serahkan ke TGPF

9 jam lalu

Soal Anggota TNI Tendang Aremania, KSAD Dudung Abdurachman Serahkan ke TGPF

Menurut Dudung Abdurachman kekerasan yang dilakukan oleh anggota TNI itu kemungkinan bukan tanpa sebab.


Bamsoet Apresiasi Perjuangan TNI Pertahankan Kedaulatan NKRI

9 jam lalu

Bamsoet Apresiasi Perjuangan TNI Pertahankan Kedaulatan NKRI

Dala survei Litbang Kompas, sebanyak 92,7 persen masyarakat mengakui peran TNI sebagai penjaga kedaulatan negara.


Penuhi Syarat dan Ketentuan Menerima BSU Tahap 4

9 jam lalu

Penuhi Syarat dan Ketentuan Menerima BSU Tahap 4

Bantuan Subsidi Upah atau BSU merupakan bantuan senilai Rp 600 ribu yang diberikan pemerintah. Ini syarat penerima BSU tahap 4.


Rayakan HUT Ke-77, Berikut 5 Kendaraan Tempur TNI

11 jam lalu

Rayakan HUT Ke-77, Berikut 5 Kendaraan Tempur TNI

Dalam kesempatan HUT TNI ke-77 redaksi Tempo.co bakal membahas setidaknya 5 kendaraan tempur TNI. Berikut ulasannya:


Andika Perkasa soal Panglima TNI Baru: Presiden Pasti Pilih Secara Mendadak

14 jam lalu

Andika Perkasa soal Panglima TNI Baru: Presiden Pasti Pilih Secara Mendadak

Di tengah memasuki usia pensiun, sempat muncul juga wacana untuk memperpanjang masa jabatan Panglima TNI Andika Perkasa.


Jokowi Panggil Panglima TNI Usai Megawati Soroti Sistem Pertahanan Maju Mundur

16 jam lalu

Jokowi Panggil Panglima TNI Usai Megawati Soroti Sistem Pertahanan Maju Mundur

Presiden Jokowi memanggil Panglima TNI dan tiga kepala staf angkatan pada Senin lalu. Pertemuan itu untuk merespons pernyataan Megawati.


7 Tahun Kematian Akseyna, Ayahanda Sodorkan Motif, Dugaan, dan Terduga Pelaku

16 jam lalu

7 Tahun Kematian Akseyna, Ayahanda Sodorkan Motif, Dugaan, dan Terduga Pelaku

Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas hari ini mengadakan rapat untuk menindaklanjuti kasus kematian mahasiswa Universitas Indonesia Akseyna Ahad Dori.


Kapolda Metro Jaya Fadil Imran Ucapkan Selamat Ulang Tahun TNI, Etalase Negara

19 jam lalu

Kapolda Metro Jaya Fadil Imran Ucapkan Selamat Ulang Tahun TNI, Etalase Negara

Kapolda Metro Jaya mengucapkan terima kasih ke jajaran Tentara Nasional Indonesia atau TNI pada ulang tahun ke-77 TNI.


Jokowi Tanya Tunjangan Prajurit Perbatasan: Gak Usah Takut Panglima

19 jam lalu

Jokowi Tanya Tunjangan Prajurit Perbatasan: Gak Usah Takut Panglima

Presiden Jokowi bertanya apakah tunjangan bagi para prajurit TNI di perbatasan sudah cukup. Para prajurit pun menyatakan cukup.