Gempa 4,3 SR Guncang Monokwari, Papua Barat

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. abcnews.com

    Ilustrasi gempa. abcnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan 4,3 skala Ricther (SR) menguncang wilayah Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu pagi, 8 Desember 2018, pukul 09.51 WIT.

    Baca juga: Peta Risiko Gempa Ungkap Wilayah Paling Rentan: Indonesia, India

    Gempa yang terjadi pada koordinat 1.14 Lintang Selatan – 134.13 Bujur Timur di ke dalaman 10 km itu tidak berpotensi tsunami. Gempa ini dirasakan di Kabupaten Manokwari dalam skala intensitas III MMI dan di Ransiki sebesar II MMI.

    Menurut Kepala stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Monokwari, Denny Putiray kepada Antara, gempa tersebut tergolong gempa dangkal akibat aktivitas sesar pada region lajur sesar Sorong. Hasil monitoring BMKG hingga pukul 10.20 WIT, belum terjadi aktivitas gempa susulan.

    Denny menyebutkan, sebelumnya juga terjadi gempa yang berpusat di 59 kilometer timur laut Sorong. Gempa sebelumnya berkekuatan 2,6 SR dengan kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami.

    Pada hari yang sama gempa juga terjadi di Teluk Bintuni dengan kekuatan 3,3 SR. Gempa dengan kedalaman 10 km tersebut terjadi di jarak 39 km sebelah barat daya Teluk Bintuni.

    Baca juga: Bawaslu Sulteng Kawal Pemutakhiran Data Pemilih Terdampak Bencana

    Denny menjelaskan, gempa ringan dengan intensitas cukup berdampak baik terhadap pergerakan lempeng bumi. Di Papua Barat, hampir semua sesar aktif, dengan sering bergerak ini mudah-mudahan bagus. "Daripada ketika sudah saatnya bergerak tapi tidak bergerak mungkin karena terganjal oleh bebatuan di perut bumi. Itu justru berbahaya, saat itu dia menyimpan energi dan ketika bergerak bisa menimbulkan guncangan lebih besar," katanya.

    Ia mengungkapkan, sejak Januari 2018 hingga saat ini sudah sekitar 100 gempa ringan terjadi di Papua Barat. Pusat gempa sebagian besar berada di wilayah laut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.