Peran Media di Mata Jokowi dan Gibran: Membesarkan dari Nol

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo menggedong cucu mereka saat melakukan bincang pagi media di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu, 8 Desember 2018. Jokowi menggendong cucu pertamanya, Jan Ethes Sri Narendra dan Iriana menggendong Sedah Mirah. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo menggedong cucu mereka saat melakukan bincang pagi media di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu, 8 Desember 2018. Jokowi menggendong cucu pertamanya, Jan Ethes Sri Narendra dan Iriana menggendong Sedah Mirah. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan anaknya, Gibran Rakabuming Raka, memiliki pandangan yang sama terhadap awak media, yaitu berperan dalam membesarkan nama mereka. "Untuk saya, media itu termasuk teman-teman yang membesarkan saya mulai dari nol dulu sampai sekarang," kata Gibran dalam bincang pagi media di Grand Garden Cafe Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 8 Desember 2018.

    Baca: Jokowi Jalan Santai Bersama Anak dan Cucu, Minus Kaesang

    Menurut Gibran, dirinya merasa terbantu ketika ada berita positif. Bahkan, kata Gibran, berita negatif pun memberinya keuntungan. Misalnya, kata dia, soal usaha martabak merek Markobar miliknya.

    Anak sulung Jokowi itu menuturkan merek martabaknya semakin dikenal di masyarakat berkat pemberitaan media. Padahal, kata dia, martabak yang dijualnya hanya makanan kaki lima yang dijual di pinggir jalan. "Kalau enggak dibesarkan teman-teman media enggak jadi apa-apa," katanya.

    Gibran juga memberikan contoh lainnya, seperti aplikasi Gojek milik Nadiem Makarim. Ia menilai, aplikasi itu tidak bisa sebesar sekarang tanpa bantuan media. "Gojek sekarang sampai Vietnam, sebentar lagi Filipina dan negara south east Asia. Media itu teman-teman yang membesarkan saya dan membesarkan bapak juga," ujarnya.

    Baca: Kata Panitia Digital Startup Soal Kursi Kosong Saat Jokowi Hadir

    Jokowi membenarkan pernyataan anak sulungnya. Menurut Jokowi, dirinya tidak dikenal siapa pun sebelum menjadi Wali Kota Solo. Bahkan, kata dia, banyak orang tidak mengenalnya ketika mengikuti pilkada Wali Kota Solo pertama kalinya. Namanya mulai dikenal ketika media lokal memberitakan dirinya. "Dikenal itu, saya inget, dikenal saat media lokal mulai mengangkat, media nasional mulai mengangkat. Dimulai dari situ sebetulnya," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.