Selasa, 18 Desember 2018

Erick Thohir: Saya Enggak Marah-marah ke Wartawan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir dalam acara Ngopi Bareng Erick Thohir dengan Jaringan Matahari di Epicentrum, Jakarta pada Selasa, 27 November 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir dalam acara Ngopi Bareng Erick Thohir dengan Jaringan Matahari di Epicentrum, Jakarta pada Selasa, 27 November 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, tiba-tiba menyinggung soal perilaku seseorang terhadap wartawan. Dia membandingkannya dengan tindakannya sendiri.

    Baca juga: Geram Pemberitaan Reuni 212, Prabowo Omeli Media dan Jurnalis

    Erick tengah berbicara mengenai pemberitaan dirinya di suatu media yang bernada negatif. Dia menjelaskan, dirinya tak ingin terpancing kampanye yang memecah persatuan masyarakat seperti yang diharapkan sejumlah pihak, sehingga memilih fokus bekerja secara profesional.

    Lalu dia berkata, "Saya enggak marah sama wartawan-wartawan." Dia kemudian menjelaskan perilaku yang tepat untuk wartawan.

    "Lho, saya enggak marah (ke) wartawan ya kan? Kita mesti servis wartawan, servis tentu untuk menyampaikan informasi yang baik," katanya lagi di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018.

    Erick enggan menjelaskan seseorang yang marah kepada wartawan. Sambil tersenyum, dia kembali menyatakan tak pernah marah kepada wartawan. Sebagai bos di beberapa media, Erick menyatakan dirinya sangat menghargai kerja wartawan.

    Erick Thohir juga mengklaim medianya tetap netral. Dia menyatakan tak pernah melarang pemberitaan tertentu. "Mohon maaf saya pemilik media sangat independen. Ketika orang menggosip apa-apa, Republika tetap independen, baik, enggak ada tekanan dari saya," ujarnya.

    Baca juga: Saran AJI untuk Prabowo yang Geram atas Pemberitaan Reuni 212

    Sebelumnya, calon presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kegeramannya terhadap media-media Indonesia karena tidak meliput reuni 212 di Monas, Jakarta, Ahad lalu. "Hampir semua media tidak mau meliput sebelas juta lebih orang yang kumpul,” kata Prabowo, dalam pidatonya di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional ke-26 di Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.