Selasa, 18 Desember 2018

Kubu Jokowi Wanti-wanti Wartawan Jika Prabowo Jadi Presiden

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan menemui wartawan sebelum rapat sembilan sekjen partai pendukung capres dan cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Agustus 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan menemui wartawan sebelum rapat sembilan sekjen partai pendukung capres dan cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Agustus 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, mengatakan pada awak media untuk berhati-hati apabila Prabowo Subianto menjadi presiden pada pilpres 2019 mendatang. Pernyataan itu diucapkan Karding merespons sikap Prabowo yang tak terima dengan pemberitaan media soal reuni akbar 212 di Monas Ahad lalu.

    Baca juga: Protes Prabowo ke Media, AJI: Publik Menilai Mana yang Akurat

    "Menurut saya, baru saja calon sudah memusuhi pers. Saya menduga kalau sudah berkuasa, pers dibredel. Hati-hati teman-teman pers itu," kata Karding di sela acara workshop Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf di hotel Grand Sahid, Jakarta, Jum'at, 7 Desember 2018.

    Karding kemudian berujar Prabowo memiliki karakter dasar yang keras, temperamen, dan emosional. Prabowo, kata Karding, juga memiliki sejarah sebagai sosok yang anti-demokrasi.

    "Dulu kalau orang berbeda sama dia, zaman pemerintahan lama itu, itu dibredel," ujar dia.

    Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan kegeramannya terhadap media-media di Indonesia karena tidak meliput Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta, Ahad lalu. Prabowo memprotes media yang tidak menyebutkan bahwa massa yang hadir mencapai belasan juta dalam pidatonya di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional ke-26 di Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

    Baca juga:  Geram Pemberitaan Reuni 212, Prabowo Omeli Media dan Jurnalis

    Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu media-media besar dan kondang tidak meliput. Dia tidak terima dengan pemberitaan media yang menyatakan bahwa massa Reuni Akbar 212 hanya belasan ribu. Prabowo menuding media-media itu telah memanipulasi demokrasi. Tak hanya media, Prabowo juga menuding wartawan. Dia menyebut jurnalis mengkhianati tugasnya lantaran tidak memberitakan acara Reuni 212.

    Menurut Karding, menanggapi hal tersebut harus dilihat bahwa pers merupakan bagian dari pilar demokrasi. "Yang dibutuhkan adalah dialog dengan pers agar demokrasi kita ini berkualitas, bukan memusuhi," kata Karding.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.