Akui Ada Kasus Pelecehan Seksual Agni, Rektor UGM Minta Maaf

Panut Mulyono terpilih sebagai Rektor UGM, Senin, 17 April 2017. (ugm.ac.id)

TEMPO.CO, Yogyakarta - Rektor Universitas Gadjah Mada atau UGM Panut Mulyono mengakui adanya pelecehan seksual terhadap salah satu mahasiswinya yang dikenal dengan sebutan Agni, saat ikut kuliah kerja nyata (KKN) tahun lalu. Pihak universitas juga mengaku lamban dalam menangani kasus dugaan pelecehan seksual terhadap Agni di Seram, Maluku itu.

Baca juga: Polisi Akan Minta Keterangan Mahasiswi UGM Korban Pemerkosaan

“UGM mengakui telah terjadi kelambanan dalam merespon peristiwa itu (dugaan pelecehan seksual). UGM meminta maaf atas kelambanan yang terjadi,” kata Panut saat jumpa media di Gedung Pusat UGM, Jumat, 7 Desember 2018.

Kelambanan ini berdampak serius secara psikologis, finansial dan akademik pada terduga penyintas dan terduga pelaku. Berdasarkan temuan tim investigasi internal disimpulkan telah terjadi dugaan pelecehan seksual yang dilalukan mahasiswa KKN kepada mahasiswa KKN lain di sub unit 2 Nasiri, Kabupaten Seram Barat, Maluku pada periode KKN Juli-Agustus 2017.

UGM menyadari, pelecehan seksual merupakan persoalan serius yang seharusnya tidak terjadi di manapun. Khususnya di institusi pendidikan tinggi seperti UGM.

Panut mengungkapkan sejumlah langkah strategis di antaranya membatalkan dan menarik terduga pelaku dari keikutsertaannya dalam program KKN. UGM juga membentuk sejumlah tim yakni tim fact finding, tim evaluasi KKN, komite etik dan membentuk tim penyusunan kebijakan pecegahan dan penanggulangan pelecehan seksual.

Sejumlah mahasiswa dari gerakan #KitaAgni juga ikut dalam jumpa pers. Mereka membentangkan sejumlah poster bertuliskan Saya Agni Saya Mengawasi.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan alumni, Paripurna menyatakan, kelambanan dalam merespon peristiwa dugaan pelecahan seksual ini tidak ada unsur kesengajaan. Menurutnya lambannya penanganan kasus ini karena UGM mengendepankan unsur kehati-hatian.

“Kelambanan ini disampaikan oleh banyak pihak. Ini menjadi bahan instropeksi UGM. Ini tidak ada unsur kesengajaan, namun unsur kehati-hatian menjadi proses ini lama,” kata dia.

Pihak universitas juga berjanji akan menangani kasus-kasus dugaan pelecehan seksual yang lain. Sebab, selain kasus Agni, sebelumnya juga mencuat dugaan pelecehan oleh oknum dosen Fisipol beberapa waktu lalu. Pelecehan itu terjadi sekitar 2015 dan baru diketahui awal 2016.

“Tentang kasus serupa yang kemungkinan ada, kami akan berbenah diri. Namun sanksi diberikan setelah ada rekomendasi komite etik. Untuk kasus-kasus yang lain kami akan memperlakukan hal yang sama,” kata dia.

Baca juga: Polisi Telah Periksa Mahasiswi UGM Korban Dugaan Pemerkosaan

Cornelia Natasha, juru bicara Gerakan #SayaAgni mengaku kecewa dengan langkah kampus yang membawa kasus Agni ini ke ranah hukum. Sebab, menurutnya peyintas tidak ingin kasus ini dibawa ke ranah hukum. Penyintas atau korban hanya ingin terduga pelaku dikeluarkan dari UGM.

“Penyintas kan tidak ingin kasus ini dibawa ke polisi. Dia hanya ingin pelaku di-DO (drop out). Studi lebih dari 5 tahun saja bisa di-DO kok, apalagi ini pelanggaranya lebih berat harusnya juga di- DO,” kata dia.






Resesi Global: Pakar UGM Beri Tips Mengelola Keuangan Menghadapi Resesi Ekonomi

12 jam lalu

Resesi Global: Pakar UGM Beri Tips Mengelola Keuangan Menghadapi Resesi Ekonomi

Hadapi resesi global, pengamat Perbankan UGM I Wayan Nuka Lantara, mengimbau masyarakat tetap tenang sambil merevisi rencana keuangan yang dibuat.


Mahasiswa UGM Rancang Robot Disinfeksi Untuk Perhotelan

18 jam lalu

Mahasiswa UGM Rancang Robot Disinfeksi Untuk Perhotelan

Mahasiswa Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) merancang pembuatan robot untuk membantu memudahkan proses disinfeksi di perhotelan.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Sumur Resapan, Pembagian Set Top Box, UGM

1 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Sumur Resapan, Pembagian Set Top Box, UGM

Topik tentang faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan untuk membuat sumur resapan menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


UGM Terima Dana Pendidikan Rp 1,5 Miliar dari Freeport, Ini Kata Rektor Ova Emilia

2 hari lalu

UGM Terima Dana Pendidikan Rp 1,5 Miliar dari Freeport, Ini Kata Rektor Ova Emilia

Selain memberikan beasiswa kepada 60 mahasiswa, PT Freeport Indonesia juga mengucurkan dana penelitian senilai Rp 1,5 miliar.


Puluhan Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Freeport

2 hari lalu

Puluhan Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Freeport

50 mahasiswa UGM menerima beasiswa untuk satu semester sebesar Rp 5 juta dan 10 mahasiswa asal Papua menerima beasiswa biaya kuliah hingga lulus,


Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

3 hari lalu

Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024, sedangkan Ganjar Pranowo Dijagokan PSI. Keduanya sama-sama alumnus UGM dan jadi gubernur.


Keberatan Soal Pelecehan Seksual Brigadir J, Deolipa Yumara Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke PTUN

3 hari lalu

Keberatan Soal Pelecehan Seksual Brigadir J, Deolipa Yumara Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke PTUN

Komnas HAM dan Komnas Perempuan diminta menarik kembali pernyataan resmi soal dugaan pelecehan seksual Brigadir J terhadap Putri Candrawathi.


Dampak Pelecehan Seksual, Anak Depresi dan Mau Bunuh Diri

4 hari lalu

Dampak Pelecehan Seksual, Anak Depresi dan Mau Bunuh Diri

Psikolog menyebut anak di bawah umur yang mengalami pelecehan seksual bisa mengalami depresi berat dan menyebabkan ingin bunuh diri.


Skandal Pelecehan Seks Uskup Belo, Vatikan: Sudah Diberi Sanksi Sejak 2019

7 hari lalu

Skandal Pelecehan Seks Uskup Belo, Vatikan: Sudah Diberi Sanksi Sejak 2019

Vatikan mengkonfirmasi bahwa Uskup Belo telah berada di bawah sanksi disiplin selama dua tahun terakhir atas tudhan pelecehan seksual


Top 3 Dunia: Uskup Belo Dituding Pelaku Pelecehan Seksual

8 hari lalu

Top 3 Dunia: Uskup Belo Dituding Pelaku Pelecehan Seksual

Berita Top 3 Dunia pada Kamis 29 September 2022 diawali oleh kabar Uskup Belo dituding melakukan pelecehan seksual