Selasa, 11 Desember 2018

Kejagung Tangkap 180 Buronan Sepanjang Januari-November 2018

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mendekati wartawan usai salat Jumat berjamaah di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, 9 Juni 2017. Dia juga memberi pernyataan soal operasi tangkap tangan terhadap jaksa di Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mendekati wartawan usai salat Jumat berjamaah di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, 9 Juni 2017. Dia juga memberi pernyataan soal operasi tangkap tangan terhadap jaksa di Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung atau Kejagung telah menangkap 180 buronan yang berstatus tersangka, terdakwa dan terpidana sepanjang periode Januari-November 2018. Penangkapan itu termasuk dalam program Tangkap Buronan atau Tabur 31.1.

    "Alhamdulilah sekarang ini sudah ada 180 buronan lebih yang tidak jelas keberadaannya, tetapi berhasil kami tangkap," kata Jaksa Agung M. Prasetyo di kantornya, Jumat, 7 Desember 2018.

    Baca: Kejaksaan Sudah Terima SPDP Kasus Bahar bin Smith

    Prasetyo mengapresiasi kinerja seluruh jajarannya yang berhasil menangkap para buronan tersebut. Program Tabur 31.1 ini, kata dia, difokuskan untuk memburu buronan yang melarikan diri namun masih berada di Indonesia.

    Sementara untuk buronan yang lari dan menyimpan aset di luar negeri, menurut Prasetyo, Kejaksaan telah menyiapkan Tim Terpadu dan Tim Satuan Tugas Khusus.

    Prasetyo pun mengimbau kepada seluruh buronan yang belum tertangkap untuk menyerahkan diri dan menjalani proses hukuman secara sukarela. Menurut dia, pihaknya tidak akan berhenti untuk menangkap buronan yang berusaha untuk sembunyi di mana pun.

    Baca: Inalum dan Kejaksaan Agung Jalin Kerja Sama Pendampingan Hukum

    "Tentunya kami ingin tanpa diburu pun mereka (buronan) sebaiknya memenuhi kewajiban dan melakukan proses menjalani hukum secara sukarela dan mendatangi Kejaksaan," kata Prasetyo.

    Program Tabur 31.1 ini dibentuk oleh Kejaksaan Agung atas inisiasi Jaksa Agung Muda bidang Intelijen (JAMIntel) untuk memburu seluruh buronan yang melarikan diri, tetapi masih berada di Indonesia.

    Program tersebut menargetkan 31 Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia untuk menangkap 1 buronan dalam waktu 1 bulan. Pada enam bulan pertama Program Tabur 31.1 berjalan, JAMIntel Kejaksaan Agung telah menangkap 130 buronan dari seluruh Indonesia yang berstatus sebagai tersangka, terdakwa maupun terpidana.

    Baca: Kejaksaan Serahkan Daftar Aset Yayasan Supersemar untuk Disita


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.