Selasa, 11 Desember 2018

Gubernur Emil Luncurkan Jabar Saber Hoaks

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  me-launching Jabar Sapu Bersih (Saber) Hoaks di Gedung Sate, Bandung, Jumat, 7 Desember 2018.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil me-launching Jabar Sapu Bersih (Saber) Hoaks di Gedung Sate, Bandung, Jumat, 7 Desember 2018.

    INFO JABAR - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan Jabar Sapu Bersih (Saber) Hoaks di Gedung Sate, Bandung, Jumat, 7 Desember 2018.

    “Pemda Provinsi Jawa Barat menyiapkan instrumen untuk membentengi kondusif masa depan Jawa Barat. Kondusif itu harga mahal, sebagai fondasi dasar untuk membangun Jawa Barat yang juara lahir bathin,” kata Ridwan.

    Tim Jabar Saber Hoaks bertugas memverifikasi berita yang beredar. Setiap seminggu sekali, tim rutin akan menginformasikan ke masyarakat mengenai berita yang masuk kategori hoaks.

    Ridwan menekankan pentingnya memerangi hoaks. Ia mengambil contoh ada 50 juta orang meninggal dunia dalam Perang Dunia II 1939-1945 yang dipicu hoaks. Ketika itu, ada berita seolah-olah tentara Polandia akan menyerang Jerman yang disampaikan Adolf Hitler. Akhirnya, Jerman menyerang Polandia.

    "Ini menjadi sumbu penyebab Perang Dunia Kedua. Sebanyak 50 juta orang meninggal karena berita bohong," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan.

    Emil ingin masyarakat Jawa Barat produktif dan waktu mereka tidak terbuang membincangkan hoaks.

    Ketua Tim Jabar Saber Hoaks Enda Nasution mengatakan anggota tim Jabar Saber Hoaks adalah kaum milenial yang ahli di bidang IT dan sebagian dari mereka merupakan jurnalis. Beranggotakan 12 orang, tim Saber Hoaks menggunakan hoax analyzer juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

    “Selain itu, tentu konfirmasi langsung pada sumber-sumber informasi, baik komunitas maupun pemerintah,” ujarnya.

    Masyarakat bisa mendapat informasi terkait dengan hoaks melalui hotline Whatsapp 08211-8670-700. Dapat juga melalui akun-akun media sosial Facebook (facebook.com/official.jabarsaberhoaks), Instagram (instagram.com/jabarsaberhoaks), serta Twitter (twitter.com/jabarsaberhoaks). (*)

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.