Selasa, 11 Desember 2018

Ridwan Kamil Terima Kunjungan Kehormatan Dubes Tiongkok

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok, Xiao Qian, di Gedung Sate, Jumat, 7 Desember 2018.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok, Xiao Qian, di Gedung Sate, Jumat, 7 Desember 2018.

    INFO JABAR - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Xiao Qian, di Gedung Sate, Jumat, 7 Desember 2018.

    Dalam perbincangan hangat sekitar satu jam, Xiao memaparkan sejumlah kerja sama yang ingin dibangun antara Jawa Barat dan RRT. "Kami banyak program kerja sama di Jawa Barat dan ada yang sudah jadi," tutur Xiao.

    Xiao mengusulkan beberapa hal, seperti mendorong kerja sama pembangunan kereta cepat Bandung-Jakarta dan meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata. Jawa Barat, menurut Xiao, punya keindahan alam dan hal ini merupakan potensi besar untuk dilakukan kerja sama.

    Dalam kunjungannya ke Jawa Barat, Xiao juga akan berkunjung ke Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Bandung, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut, juga Kota Sukabumi.

    "Kami berharap bisa bertemu langsung dengan keenam pimpinan pemerintahan kabupaten/kota tersebut," ujarnya.

    Sementara itu Ridwan memaparkan sejumlah potensi unggulan Jawa Barat. Dia mengatakan pihaknya akan membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru serta membangun 27 destinasi wisata baru di semua Jawa Barat.

    "Kami ingin menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi pariwisata di Indonesia," kata Emil, sapaan akrab Ridwan.

    Emil juga menuturkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat tumbuh lima persen. Namun masih ada ketimpangan antara orang kaya dan miskin serta ketimpangan antara desa dan kota.

    "Itulah kenapa kita akan membuat konsep Satu Desa, Satu Perusahaan, sehingga kita akan membuat satu perusahaan di desa agar orang desa tidak migrasi ke kota," ujar Emil. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.