Tiga Kesaksian Seputar Penembakan Papua dari Korban Selamat

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan TNI dan Polri mendata keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Mozes Kilangin Timika, Mimika, Papua, Kamis, 6 Desember 2018. Keluarga korban selamat dan meninggal akibat penembakan yang tinggal di Wamena, Jayawijaya, dievakuasi ke Timika, Mimika, Papua. ANTARA/Jeremias Rahadat

    Petugas gabungan TNI dan Polri mendata keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Mozes Kilangin Timika, Mimika, Papua, Kamis, 6 Desember 2018. Keluarga korban selamat dan meninggal akibat penembakan yang tinggal di Wamena, Jayawijaya, dievakuasi ke Timika, Mimika, Papua. ANTARA/Jeremias Rahadat

    Nahas menimpa lima karyawan Istaka Karya yang kabur itu. Anggota kelompok bersenjata yang mengejar dari belakang, menemukan tiga orang dan langsung mengeksekusinya. Dua karyawan Istaka Karya lainnya juga ditemukan oleh kelompok bersenjata dan langsung dieksekusi di lokasi berbeda.

    Adapun empat karyawan Istaka Karya berhasil merapat ke Pos TNI Yonif 755/Yaled di Distrik Mbua untuk meminta pertolongan.

    Menurut Hadi, kelompok bersenjata itu sempat terlibat kontak senjata sengit dengan pasukan TNI Pos Mbua pada 3 Desember malam. Dalam kejadian itu, satu prajurit TNI atas nama Sertu Anumerta Handoko gugur.

    Adapun dua karyawan Istaka Karya lainnya diduga selamat dari pembantaian oleh kelompok bersenjata.

    2. Lari Sambil Membawa Jenazah Anggota TNI

    Kesaksian ini datang dari seseorang bernama Saleh, seorang pekerja bangunan SMP dan Puskesmas di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua. Ia adalah salah satu orang korban selamat dalam penyerangan pos TNI di Mbua.

    Usai dievakuasi ke kantor Batalyon 756/WMS, ia menceritakan kejadian penyerangan pada Senin lalu itu.

    Saleh menuturkan penyerangan terjadi pada Senin pagi, 3 Desember lalu setelah terjadi penembakan sejumlah pekerja di Distrik Yall. Ia bersama sejumlah anggota dan pekerja lainya mengosongkan pos sekitar pukul 23.00 WIT.

    “Setelah kami kosongkan pos karena diserang itu, kami lari ke hutan sambil membawa jenazah anggota TNI yang tewas tertembak untuk menyembunyikan jenazah,” kata Saleh.

    Selama menyelamatkan diri itu, Saleh bersama rekan pekerja bangunan lainnya lari sambil bergantian membawa jenazah anggota TNI yang tewas ke arah Wamena.

    "Kami menyelamatkan diri dari jam lima pagi hingga jam tujuh malam sampai bisa ditemui tim aparat gabungan yang sudah tiba di Mbua. Yang menyerang kita ini ada mungkin puluhan orang,” ujarnya.

    Seorang saksi lainnya, Makbul yang menjadi pekerja bangunan SMP Mbua mengungkapkan pos TNI Mbua diserang mulai pukul 05.00 pagi waktu setempat dan terjadi kontak senjata hingga malam hari pukul 19.00.

    “Pada saat penyerangan pos TNI itu, kebetulan ada empat orang yang berhasil lolos saat penembakan di distrik Yall yang kabur ke pos TNI sehingga kami diserang,” kata Makbul.

    Saat penyerangan pos, kata Makbul, ada sejumlah pekerja yang terkena tembakan, lemparan batu dan penganiyaan lainnya. Ada pula yang pura-pura meninggal dan semuanya berhasil lolos. “Kita bergantian pikul jenazah sambil melarikan diri, kalau kita tidak lari semua pasti jadi korban,” ujarnya.

    3. Kelompok Bersenjata Membantai Sambil Menari-nari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.