Selasa, 11 Desember 2018

Ma'ruf Amin: Saya Berteman dengan Media

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ma'ruf Amin. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Ma'ruf Amin. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta-Calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin mengatakan, dirinya berteman dengan media. Menurut Ma'ruf, dirinya membutuhkan media dan sebaliknya media pun memerlukannya. "Media cari saya butuh berita, saya butuh media untuk diberitakan," ujar Ma'ruf di rumahnya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

    Ma'ruf menuturkan, sering berkolaborasi dengan media serta jurnalis. Ia menyadari betul media selalu hadir dalam kegiatan-kegiatannya. Ma'ruf berkelakar, saat dilarang dokter berkegiatan kampanye untuk sementara waktu karena cedera pada kaki, kepalanya seketika pusing karena ingin bertemu wartawan.

    Baca: Jatuh di Kamar Mandi, Ma'ruf Amin Tak Hadiri Sejumlah Acara Besar

    "Saya biasa menyampaikan unek-unek, menyampaikan keinginan, melontarkan berbagai isu," ujar Ma'ruf dalam konferensi pers yang diselingi tawa awak media itu.

    Masih dengan nada bercanda, Ma'ruf Amin mengatakan, bentuk kolaborasi antara media dan dirinya yang paling baik adalah memberitakan yang baik-baik, bukan hal yang jelek. "Yang bagus- baguslah".

    Kondisi Ma'ruf Amin memang sedang kurang baik. Ia mengaku mengalami cedera kaki akibat keseleo dan disarankan oleh dokter untuk beristirahat. Sudah seminggu lebih Ma'ruf tak dijadwalkan berkampanye serta tidak berbicara dengan awak media.

    Simak: Ma'ruf Amin Akui Kakinya Terkilir dan Disarankan Dokter Istirahat

    Selama masa kampanye untuk Pilpres 2019, Ma'ruf yang berpasangan dengan calon presiden Joko Widodo atau Jokowi ini menemui wartawan di teras rumahnya di Jalan Situbondo. Tapi, dalam seminggu terakhir ini nyaris tidak dilakukan, meskipun Ma'ruf Amin tetap menerima tamu di rumahnya.

    Ma'ruf Amin mengaku menerima tamu dari berbagai kelompok relawan dan pendukung dari berbagai daerah. "Jadi saya tidak pernah berhenti berkomunikasi," ucap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia non aktif ini.

    Baca: Geram Pemberitaan Reuni 212, Prabowo Omeli Media dan Jurnalis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.