Selasa, 18 Desember 2018

Ditetapkan sebagai Tersangka, Bahar bin Smith Tidak Ditahan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan laskar FPI mengawal pemeriksaan Bahar bin Smith di depan Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018. Bareskrim Polri hari ini mengagendakan pemeriksaan kembali terhadap Bahar bin Smith, sebelumnya Bahar bin Smith tidak memenuhi panggilan pertama Senin 3 Desember lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Puluhan laskar FPI mengawal pemeriksaan Bahar bin Smith di depan Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018. Bareskrim Polri hari ini mengagendakan pemeriksaan kembali terhadap Bahar bin Smith, sebelumnya Bahar bin Smith tidak memenuhi panggilan pertama Senin 3 Desember lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta-Mubaligh  Bahar bin Smith memenuhi panggilan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri untuk diperiksa dalam kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo, Kamis, 7 Desember 2018.

    Pengacara Bahar bin Smith, Aziz Yanuar, mengatakan kliennya belum ditahan meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka. "Alhamdulillah belum," ujar Azis usai mendampingi Bahar di Bareskrim Mabes Polri.

    Baca: Bahar bin Smith Penuhi Panggilan Mabes Polri

    Bahar ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa oleh penyidik selama sekitar 11 jam. Dalam pemeriksaan itu, kata Aziz, penyidik bertanya seputar latar belakang ceramah Bahar saat di Palembang. "Ya terkait masalah pribadi ceramah-ceramahnya yang di Palembang, terus bagaimana beliau melatarbelakangi sebelum ceramah itu apa," kata dia.

    Sebelumnya, dalam transkrip video berdurasi 60 detik itu, Bahar diantaranya mengatakan, "Pengkhianat bangsa, pengkhianat negara, pengkhianat rakyat kamu Jokowi!" Dan, "Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu."

    Simak: Laskar FPI Kawal Pemeriksaan Bahar bin Smith

    Aziz mengatakan Bahar bin Smith disangkakan melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 A ayat 2 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2018 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 4 huruf b angka 2 juncto Pasal 16 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Pasal 207 KUHP dengan ancaman pidana lebih dari 5 tahun penjara.

    Dalam perkara ini Bahar bin Smith diperiksa terkait adanya dua laporan atas dirinya. Laporan tersebut ada di Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

    KARTIKA ANGGRAENI | TAUFIK SIDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.