Selasa, 18 Desember 2018

Panglima TNI Ungkap Kesaksian Korban Selamat Penembakan di Papua

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan TNI dan Polri mendata keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Mozes Kilangin Timika, Mimika, Papua, Kamis, 6 Desember 2018. Keluarga korban tiba di Timika menggunakan pesawat Hercules bersama rombongan Kepala Kepolisian Daerah Papua dan Pangdam XVII/Cinderawasih. ANTARA/Jeremias Rahadat

    Petugas gabungan TNI dan Polri mendata keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Mozes Kilangin Timika, Mimika, Papua, Kamis, 6 Desember 2018. Keluarga korban tiba di Timika menggunakan pesawat Hercules bersama rombongan Kepala Kepolisian Daerah Papua dan Pangdam XVII/Cinderawasih. ANTARA/Jeremias Rahadat

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan soal pembantaian yang dilakukan kelompok bersenjata pada para pekerja proyek pembangunan jembatan dari PT Istaka Karya di Nduga, Papua.

    Baca juga: Akui Serang Pekerja di Papua, OPM: Kami Menuntut Kemerdekaan

    Menurut Hadi Tjahjanto, dari seorang saksi yang selamat bernama Jimy Aritonang, pada 2 Desember 2018 sebanyak 25 karyawan PT Istaka Karya dibawa oleh kelompok bersenjata dari lokasi kamp mereka ke Gunung Kabo.

    Hadi mengatakan para karyawan PT Istaka Karya itu dilaporkan diikat tangannya dan disuruh berjalan kaki bahkan ada yang berjalan jongkok sembari diawasi ketat oleh sekitar 50-an anggota kelompok bersenjata pimpinan Egunius Kogoya yang memegang berbagai jenis senjata mulai dari senjata api hingga senjata tradisional.

    Masih menurut keterangan saksi itu, Hadi mengatakan, setiba di Gunung Kabo, kelompok Egunius Kogoya itu langsung menembaki para karyawan Istaka Karya.

    "Dari 25 orang yang dilaporkan oleh Saudara Jimy Aritonang itu, 14 orang langsung meninggal di tempat dan 11 orang berpura-pura meninggal dan kemudian berusaha menyelamatkan diri," kata Marsekal Hadi.

    Nahas menimpa lima karyawan Istaka Karya yang kabur itu.

    Anggota kelompok bersenjata yang mengejar dari belakang, menemukan tiga orang dan langsung mengeksekusinya. Dua karyawan Istaka Karya lainnya juga ditemukan oleh kelompok bersenjata dan langsung dieksekusi di lokasi berbeda.

    Adapun empat karyawan Istaka Karya berhasil merapat ke Pos TNI Yonif 755/Yaled di Distrik Mbua untuk meminta pertolongan.

    Menurut Hadi, kelompok bersenjata itu sempat terlibat kontak senjata sengit dengan pasukan TNI Pos Mbua pada 3 Desember malam. Dalam kejadian itu, satu prajurit TNI atas nama Sertu Anumerta Handoko gugur.

    Adapun dua karyawan Istaka Karya lainnya diduga selamat dari pembantaian oleh kelompok bersenjata.

    "Dari apa yang ditemukan Tim Gabungan TNI-Polri kemarin, delapan orang yang ditemukan, satu diantaranya pekerja di rumah seorang dokter dan satu lagi saudara Johny Arung merupakan bagian dari dua pekerja Istaka Karya yang diperkirakan masih hidup," kata Panglima TNI Hadi Tjahjanto saat konferensi pers di Hanggar Helikopter Bandara Mozes Kilangin Timika, Kamis, 6 Desember 2018.

    Baca juga: Jokowi Minta Pelaku Penembakan di Papua Ditangkap, OPM Tak Gentar

    Hadi Tjahjanto mengatakan jajarannya akan membentuk Tim Keamanan Bersama TNI-Polri untuk memperlancar proses pembangunan kembali fasilitas jembatan maupun Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga. Selain itu, Panglima TNI juga akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk segera melanjutkan kembali pembangunan jembatan dan Jalan Trans Papua di Nduga.

    "Insya Allah tidak lama lagi satu minggu ke depan pembangunan jembatan dan jalan akan dilaksanakan kembali," kata Hadi.

    Simak Videonya: TNI-Polri Baku Tembak dengan Pembantai Pekerja PT Istaka Karya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.