Selasa, 18 Desember 2018

Buya Syafii Minta Hentikan Bilang Jokowi Kurang Perhatikan Islam

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Syafii Maarif menyampaikan sambutan dalam acara Diversity Award 2018 di Wisma Antara, Jakarta, 29 Maret 2018. Tempo/Vindry

    Ahmad Syafii Maarif menyampaikan sambutan dalam acara Diversity Award 2018 di Wisma Antara, Jakarta, 29 Maret 2018. Tempo/Vindry

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii mengapresiasi sikap Presiden Jokowi yang dinilai menaruh perhatian besar pada Muhammadiyah.

    Baca juga: Empat Kriteria Cawapres Jokowi Versi Buya Syafii Maarif

    "Bapak Presiden insinyur Joko Widodo, mungkin presiden pertama di Indonesia yang pernah berkunjung ke kampus ini (Madrasah Mu'allimin)," ujar Buya Syafii dalam sambutan acara resepsi milad Satu Abad Mu'allimin Mu'allimat di Kompleks Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

    Buya berterimakasih kepada Jokowi karena di sela kesibukannya masih bisa menyempatkan hadir di madrasah milik Muhammadiyah yang memiliki 2.200 murid dari berbagai wilayah Indonesia itu.

    Buya Syafii pun mengingat, dalam beberapa waktu terakhir Jokowi juga menghadiri berbagai acara yang digelar Muhammadiyah. Misalnya pada akhir November 2018 lalu, Jokowi hadir di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur untuk memberikan surat keputusan  untuk beberapa perguruan milik Muhammadiyah.

    Jokowi sebelumnya menyempatkan datang dalam muktamar Ikatan Pemuda Muhammadiyah di Surabaya pada November 2018. “Dan pagi ini, Pak Jokowi hadir di kampus ini yang sudah berusia satu abad,” ujar Buya Syafii disambut riuh para peserta acara itu.

    Selanjutnya Buya mengatakan bahwa madrasah bersejarah milik Muhammadiyah itu berdiri pada 1918. Kedatangan Jokowi ke madrasah yang pencetusnya diprakarsai langsung pendiri Muhammadiyah Kiai Haji Ahmad Dahlan itu dinilai sangat berkesan.

    Buya Syafii lantas menyebut Jokowi bakal ke Universitas Aisyiah. “Jadi kalau masih ada yang mengatakan presiden kurang perhatian pada Islam, hentikanlah cara-cara yang semacam itu,” ujar dia.

    Baca juga:  Syafii Maarif: Indonesia Perlu Dirawat, Bahkan Diruwat

    Buya Syafii mengatakan kedatangan Jokowi ke madrasah karena diundang kapasitasnya sebagai presiden, bukan calon presiden. “Kalau capres memang nggak boleh masuk ke lingkungan pendidikan, karena ini yang datang presiden Jokowi maka boleh, itu yang buat aturan Bawaslu, mereka ketat sekali, ” ujar Buya mengundang tawa peserta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.