Selasa, 18 Desember 2018

Jokowi Perintahkan Pembangunan Kampus Muallimin Muhammadiyah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) bersama Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menghadiri resepsi milad satu abad Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Muhammadiyah Yogya, 6 Desember 2018. Tempo / Friski Riana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) bersama Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menghadiri resepsi milad satu abad Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Muhammadiyah Yogya, 6 Desember 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Yogakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno untuk segera memulai pembangunan Kampus Terpadu Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. "Sudah saya perintahkan kepada Menteri BUMN agar secepatnya dimulai," kata Jokowi di Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

    Menteri BUMN, ujar Jokowi, akan memerintahkan para direktur utama BUMN. “Cepet… cepet… cepet… gitu.”

    Baca:

    Jokowi mengatakan saat melihat buku profil madrasah, rupanya gedung-gedung Madrasah Muallimin Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta sejak didirikan, sudah terlihat besar dan megah. Pada 1951, kata Jokowi, gedung-gedungnya berubah lebih megah. Pada 2008, gedung menjadi lebih modern dan megah.

    Jokowi mengaku belum melihat gambar asli rancangan untuk kampus. Namun, ia memastikan pembangunannya akan dimulai dalam waktu dekat. "Yang nanti sebentar lagi, saya belum lihat gambarnya tapi sudah ada coret-coretan di sini."

    Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, Rini Soemarno telah memastikan kepadanya bahwa pembangunan Kampus Terpadu Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta akan dimulai pekan depan, bukan tahun depan. “Menurut Bu Rini, pembangunan kampus Mu'allimin akan dimulai pekan depan. Memakai filosofi Pak Jokowi, kerja kerja dan kerja."

    Untuk kampus Muallimaat, Haedar menuturkan bahwa ia sudah melihat-lihat lahan seluas 6 hektare tidak jauh dari kampus Muallimin. Pembangunannya diharapkan satu paket dengan Muallimin. ”Insya Allah apa yang didukung untuk Muallimin dan Muallimaat akan kembali untuk bangsa dan negara."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.