Selasa, 11 Desember 2018

Jokowi Minta Pelaku Penembakan di Papua Ditangkap, OPM Tak Gentar

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. Presiden Jokowi menginstruksikan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian agar menangkap pelaku penembakan pekerja jalan Trans Papua. ANTARA/Iwan Adisaputra

    Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. Presiden Jokowi menginstruksikan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian agar menangkap pelaku penembakan pekerja jalan Trans Papua. ANTARA/Iwan Adisaputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, mengatakan tidak takut dengan instruksi Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang memerintahkan jajarannya untuk menangkap pelaku penembakan di Papua. TPNPB merupakan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang bertanggung jawab atas pembunuhan puluhan pekerja proyek jembatan di Nduga, Papua.

    Baca: Pembunuhan di Papua, Jokowi: Kejar dan Tangkap Seluruh Pelaku

    "OPM tak gentar dengan perintah itu, kami tidak takut," ujar Sebby melalui sambungan telepon kepada Tempo, Kamis, 6 Desember 2018.

    Sebanyak 31 orang pekerja proyek jalan Trans Papua yang sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, ditembak kelompok bersenjata pada Senin malam, 3 Desember 2018. Sebby membenarkan yang bertanggung jawab atas penyerangan adalah kelompok yang dipimpin Egianus Kogoya dari TPNPB.

    Atas kejadian ini, Jokowi memerintahkan TNI dan Kepolisian RI untuk menangkap kelompok bersenjata Papua yang menyerang pekerja proyek Trans Papua. Jokowi meminta jangan sampai ada satu pelaku pun yang lolos.

    Baca: Moeldoko Minta Penembakan di Papua Tak Dikaitkan dengan HUT OPM

    Sebby mengatakan Jokowi tak berhak memerintah di atas tanah Papua Barat. Selain itu, kata dia, Jokowi tak mengerti apa pun ketika memerintahkan penangkapan terhadap kelompok TPNPB. "Ya, kalau Jokowi orang Papua boleh dia perintah begitu, Jokowi kan orang Jawa," katanya.

    Menurut Sebby, TNI dan Polri juga tidak akan menang ketika menyerang TPNPB. Sebab, kata dia, TNI dan Polri tidak menguasai medan yang ada di hutan dan gunung Papua Barat. TPNPB, kata dia, lebih menguasai medan karena merupakan orang asli Papua. "Kami punya alam, kami tuan rumah. Mana bisa mereka lawan tuan rumah," ucapnya.

    Baca juga: Kapolri Beberkan Asal Senjata Milik Kelompok Bersenjata Papua

    Di sisi lain, Sebby mengatakan TPNPB akan senang dengan pergerakan TNI dan Polri yang akan menangkap mereka. Menurut dia, dengan datangnya TNI dan Polri, TPNPB akan mendapatkan lebih banyak senjata rampasan. "Justru kami senang, karena selamat datang, senjata. Kami serang lagi, kami bisa ambil senjata mereka," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.