Ridwan Kamil: Alat Pembakar Sampah Akan Disebar di 50 Titik DAS Citarum

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengikuti rapat koordinasi (rakor) terkait implementasi penanganan Sungai Citarum di Saung Citarum Harum Sektor 8 di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu, 5 Desember 2018. (dok Pemprov Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengikuti rapat koordinasi (rakor) terkait implementasi penanganan Sungai Citarum di Saung Citarum Harum Sektor 8 di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu, 5 Desember 2018. (dok Pemprov Jabar)

    INFO JABAR— Pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat akan menyebar insinerator atau alat pembakar sampah di 50 titik di daerah aliran sungai (DAS) Citarum pada tahun depan.   

    "Anggaran sudah disiapkan. Mudah-mudahan (insinerator) dengan teknologi terbaru, suhunya lebih tinggi dan harganya lebih murah," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam rapat koordinasi terkait dengan implementasi penanganan Sungai Citarum di Saung Citarum Harum Sektor 8 di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu, 5 Desember 2018.

    Selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum, Ridwan menginstruksikan semua komandan sektor mencari lahan milik pemerintah untuk menempatkan insinerator tersebut.

    Kang Emil, sapaan akrab Ridwan, mengakui salah satu kendala penanganan DAS Citarum adalah tidak tersedianya lahan untuk menampung sampah. Kendala lainnya adalah k urangnya alat berat untuk pengerukan sampah. Karena itu, mantan Wali Kota Bandung itu akan menyediakan minimal 10 ekskavator untuk mendukung pembersihan sampah di Citarum.

    Menurut Ridwan, penanganan Citarum membutuhkan dana besar. Pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat mengajukan anggaran Rp 600 miliar kepada pemerintah pusat. Sementara Pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat menyediakan anggaran sekitar Rp 100 miliar

    “Pada 2019, kita mengajukan anggaran sekitar Rp 600 miliar untuk beli ekskavator, penampungan sampah, dan pembebasan lahan untuk danau retensi. Karena masalahnya, ada sedimen, sampah, dan banjir, tiga-tiganya dapat anggaran,” ujarnya.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berkomitmen mem-back up penanganan Citarum. "Saya akan back up habis-habisan dan pendanaan itu menjadi kunci. Kemarin, pendanaannya belum terintegrasi, sekarang masuk Pak Ridwan sudah terintegrasi dan dana itu kita harapkan turun akhir Januari atau Februari (2019) untuk selesaikan semua program,” katanya setelah rakor.

    Luhut mengatakan pemerintah pusat menganggarkan Rp 640 miliar untuk Citarum. Dana itu disalurkan melalui Satgas Citarum. “Tahun ini, (2019) Rp 640 miliar hanya yang dikelola Dansatgas (Citarum),” tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.