Kelompok Bersenjata Masih Kuasai Lokasi Jenazah Pekerja di Nduga

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokumentasi foto lokasi pembangunan jembatan kali Yigi diperlihatkan pada konpers kasus pembunuhan pekerja pembangunan di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018. Para pekerja yang menjadi korban itu sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Dokumentasi foto lokasi pembangunan jembatan kali Yigi diperlihatkan pada konpers kasus pembunuhan pekerja pembangunan di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018. Para pekerja yang menjadi korban itu sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Komandan Korem 172/Praja Wirayakti Kolonel Infanteri J. B. Parluhutan Sianipar mengatakan, kelompok bersenjata masih menguasai lokasi jenazah pekerja proyek di Distrik Yal, Kabupaten Nduga, Papua. Karena masih dikusai, aparat keamanan terus berupaya merapat ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

    Baca: Fakta - fakta Penembakan Pekerja Proyek di Papua

    "Kami masih berupaya untuk mendekat ke tempat terjadinya pembunuhan. Sampai hari ini personel kami masih kontak di wilayah ketinggian sebelum TKP, dan terus berupaya merapat ke sana," kata  Parluhutan Sianipar di Markas Yonif 756/Wimane Sili, di Jayawijaya, Rabu, 5 Desember 2018.

    Parluhutan Sianipar menjelaskan, pasukan yang melakukan evakuasi jenazah para pekerja jembatan itu telah diperkuat dengan personel dari Batalion 756/WMS, yang menempati Pos 755/Yalet di Pos Mbua, distrik yang bertetangga dengan Distrik Yall tempat pembunuhan massal itu.

    Berdasarkan pantauan Antara, sekitar 15 personel TNI dimobilisasi pada Rabu sore, 5 Desember 2018 dengan helikopter milik TNI dari Yonif 756/WMS dan dipimpin oleh Komandan Yonif 756/WMS Mayor Infanteri Arif Budi Situmeang.

    Parluhutan Sianipar menambahkan, secara kasat mata komplotan kriminal bersenjata terus memberikan perlawanan atau gangguan. Jumlah mereka mencapai puluhan orang. "Kalau kami hitung, kekuatan senjata mereka sekitar 20 orang. Itu kasat mata dan mereka berpindah-pindah dan menguasai medan".

    Dari Jayapura, Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Letnan Kolonel Infanteri Dax Sianturi mengatakan, personel TNI - Polri telah menemukan 15 orang dalam keadaan meninggal. "Mereka ditemukan di area Puncak Tabo," ujar Dax melalui pesan singkat, Rabu, 5 Desember 2018.

    Namun, ke-15 korban meninggal belum teridentifikasi sehingga belum bisa dipastikan apakah keseluruhan korban adalah karyawan PT Istaka Karya. Adapun korban selamat yang dievakuasi TNI - Polri sebanyak 13 warga, terdiri dari lima orang karyawan PT Istaka Karya, enam orang pekerja bangunan Puskesmas Mnua, dan dua orang pekerja SMP Mbua.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lembaga Survei: 5 Hal Penting dalam Quick Count Pilpres 2019

    Perkumpulan Survei Opini Publik angkat bicara soal quick count di Pemilu dan Pilpres 2019 yang diragukan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.