Selasa, 11 Desember 2018

Izin Berobat, Wawan Malah Menginap Bersama Teman Wanitanya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chaeri Wardana alias Wawan dan Airin Rachmi Diany. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Chaeri Wardana alias Wawan dan Airin Rachmi Diany. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Wahid Husen menerima suap dari tiga narapidana kasus korupsi, salah satunya adalah Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

    Baca: Wawan Suap Kalapas untuk Menginap di Hotel Bersama Wanita Lain

    Menurut jaksa KPK, suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu memberikan suap dengan total Rp 63 juta kepada Wahid. Karena suap tersebut, Wawan mendapatkan kemudahan memperoleh izin keluar lapas, seperti izin berobat dan izin luar biasa.

    "Bahwa pada Maret 2018 sampai dengan Juli 2018, terdakwa telah memberikan kemudahan dalam hal pemberian ijin keluar dari Lapas untuk Wawan selama beberapa kali," kata jaksa KPK seperti dalam dakwaan yang diterima Tempo, Rabu, 5 Desember 2018.

    Menurut jaksa, Wahid pernah memberikan izin luar biasa kepada Wawan pada 5 Juli 2018. Saat itu Wawan beralasan ingin mengunjungi ibunya di Serang, Banten. Namun, menurut jaksa, bukan mengunjungi ibunya, Wawan malah pergi menginap di Hotel Hilton, Bandung selama dua hari. Menurut jaksa, penyalahgunaan izin itu diketahui Wahid.

    Selain itu, menurut jaksa, Wahid juga memberikan kemudahan izin berobat untuk Wawan ke Rumah Sakit Rosela, Karawang, pada 16 Juli 2018. Tapi, lagi-lagi Wawan menyalahgunakan izin tersebut.

    Baca: Suami Airin, Wawan Dipindah dari Lapas Sukamiskin ke Rutan KPK

    Jaksa mengatakan Wawan menyalahgunakan izin tersebut untuk menginap di luar Lapas. Menurut jaksa, mobil ambulance yang membawa Wawan tidak menuju RS Rosela, melainkan RS Hermina Arcamanik, Bandung.

    Di parkiran rumah sakit tersebut, Wawan pindah ke mobil Toyota Innova hitam yang disopiri Ari Arifin, mantan narapidana pendamping. Mobil melaju ke rumah milik Atut di kawasan Bandung. Dari sana, mobil menuju hotel Grand Mercure Bandung. Di hotel itu, kemudian Wawan menginap bersama teman wanitanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.