Selasa, 11 Desember 2018

Jokowi Akan Hadiri Milad Seabad Mu'allimin Mu'allimaat Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) menyerahkan penghargaan KORPRI Award pada peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-47 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 29 November 2018. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) menyerahkan penghargaan KORPRI Award pada peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-47 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 29 November 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Yogyakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan menghadiri acara resepsi milad satu abad Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Yogya Kamis, 6 Desember 2018. Direktur Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat, H. Aly Aulia, mengatakan kehadiran Presiden akan menjadi momen bersejarah bagi Mu'allimin.

    "Karena di masa pemerintahan Presiden Soekarno, madrasah tertua di Indonesia ini juga pernah dikunjungi oleh beberapa tokoh nasional, seperti Moh. Hatta dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX," ujar Aulia, Rabu, 5 Desember 2018.

    Aly menepis anggapan bahwa kehadiran  Jokowi berkaitan dengan kegiatan kampanye calon presiden. "Dalam konteks ini, Pak Jokowi kami posisikan sebagai Presiden, bukan sebagai calon presiden," ujar Aulia

    Baca: Timses Jokowi - Ma'ruf Klaim Elektabilitas di Lampung Naik

    Kehadiran Jokowi di Mu'allimin, ujar Aly, lebih ditujukan sebagai wujud apresiasi seorang kepala negara kepada dua madrasah di bawah naungan Muhammadiyah yang telah berhasil melewati rentang masa satu abadnya dan masih tetap eksis berkiprah dalam mengemban misi pendidikan dan kemanusiaan itu.

    "Kami berharap, kehadiran Bapak Presiden ini, ke depannya akan dapat berkontribusi secara positif bagi pengembangan Mu'allimin dan Mu'allimaat dalam memasuki dan menapaki abad keduanya," ujarnya.

    Simak: Bebaskan Riau dari Asap, Jokowi Dapat Gelar Adat Datuk

    Wakil Direktur II Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Muhammadiyah Alfian Djafar mengatakan selain akan diikuti oleh segenap guru, karyawan, siswa, dan alumni kedua madrasah, panitia juga mengundang para tokoh Muhammadiyah, pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, serta wali kota dan bupati se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Madrasah Mu'allimin dan Mu'allimaat didirikan pada 1918 oleh  Kiai Haji Ahmad Dahlan. Setiap tahun madrasah yang berjenjang dari sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama ini menerima murid dari berbagai provinsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.