Selasa, 11 Desember 2018

Penembakan Pekerja di Papua, Kapolri: 20 Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI dan polisi di Papua. TEMPO/Rully Kesuma

    Anggota TNI dan polisi di Papua. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan berdasarkan informasi sementara yang ia terima, korban tewas akibat penembakan oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua, sebanyak 20 orang. Rinciannya, 19 orang pekerja PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan Kali Yigi dan Aurak dan seorang lagi adalah personel TNI.

    "Informasi sementara adalah 20 (orang), 19 pekerja dan 1 anggota TNI gugur," kata Tito di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

    Baca: Keluarga Korban Penembakan di Papua Datangi Kodim Jayawijaya

    Tito menuturkan para pelaku menyerang pekerja proyek tersebut pada Sabtu, 1 Desember 2018. Keesokan harinya mereka menyerang pos TNI di Distrik Mbua. "Saya kira pos ini dididrikan untuk menjaga para pegawai pekerja tadi. Itu juga diserang," ujarnya.

    Mantan Kapolda Papua ini mengatakan di pos TNI Mbua terdapat 21 personel. Menurut dia, sempat terjadi perlawanan saat kelompok bersenjata ini menyerang. "Tapi sempat satu orang gugur. Kami belum tahu di pihak mereka mungkin juga sudah ada korban," kata dia.

    Baca: Pembunuhan di Papua, Jokowi: Kejar dan Tangkap Seluruh Pelaku

    Tito menjelaskan saat ini tim gabungan dari TNI-Polri yang sudah bergerak untuk mengejar pelaku. Ia menduga pelaku berasal dari kelompok pimpinan Egianus Kogoya dan diperkirakan berjumlah 30-50 orang serta memiliki 20 pucuk senjata.

    Dengan jumlah kelompok bersenjata seperti itu, Tito yakin pihaknya bisa segera menumpasnya. "Kekuatan yang kami kirim jauh lebih besar. Karena itu yakin kami sebentar lagi bisa kami kendalikan," ujarnya.

    Yang menjadi masalah, menurut Tito, medan di sana yang berat. Ia mengatakan hutan di Kabupaten Nduga sangat luas sehingga memudahkan kelompok bersenjata ini berpindah tempat.

    Baca: Pembunuhan di Nduga, KontraS: Lingkaran Kekerasan di Tanah Papua


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.