Selasa, 11 Desember 2018

Geram Pemberitaan Reuni 212, Prabowo Omeli Media dan Jurnalis

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Prabowo Subianto menghadiri acara peringatan Hari Disabilitas Internasional di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu, 5 November 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Calon presiden Prabowo Subianto menghadiri acara peringatan Hari Disabilitas Internasional di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu, 5 November 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kegeramannya terhadap media-media Indonesia karena tidak meliput reuni 212 di Monas, Jakarta, Ahad lalu. "Hampir semua media tidak mau meliput sebelas juta lebih orang yang kumpul,” kata Prabowo, dalam pidatonya di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional ke-26 di Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

    Prabowo memprotes media yang tidak menyebutkan bahwa massa yang hadir mencapai belasan juta. “Saya kira ini kejadian pertama ada manusia kumpul sebanyak itu tanpa dibiayai siapa pun."

    Baca: Sandiaga Jual Saham Saratoga untuk Kampanye: Saya Harus All Out

    Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu, media-media besar dan kondang tidak meliput. Dia tidak terima dengan pemberitaan media yang menyatakan bahwa massa Reuni 212 hanya belasan ribu.

    Prabowo menuding media-media itu telah memanipulasi demokrasi. "Media-media yang mengatakan dirinya obyektif, bertanggung jawab untuk membela demokrasi, padahal justru mereka ikut bertanggung jawab menjadi bagian dari usaha manipulasi demokrasi."

    Baca:  Kapitra Ampera: Peserta Reuni 212 Orang-orang Suruhan PKS

    Setiap hari, kata Prabowo, ia menerima lima hingga delapan koran. Dari koran-koran itu, dia ingin melihat apakah pemberitaan media-media itu bohong atau tidak. "Saya hanya mau lihat, bohong apa lagi nih? Bohong apa lagi nih? Dan puncaknya adalah kemarin Ahad.”

    Dengan tidak meliput reuni 212, kata Prabowo, media-media itu menelanjangi diri di hadapan rakyat Indonesia. “Ada belasan juta mereka tidak mau melaporkan," kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini.

    Tak hanya menyerang media, Prabowo juga menuding wartawan. Dia menyebut jurnalis mengkhianati tugasnya lantaran tidak memberitakan acara Reuni 212. Prabowo juga merasa wartawan yang datang meliputnya hanya menunggu dia salah bicara. "Ada media di sini? Saya khawatir wartawan ke sini hanya nunggu saya salah bicara. Karena Prabowo kalau bicara enggak pakai teks."

    Simak videonya: Reuni Akbar 212 Dianggap Gerakan Politik, Menuai Pro-Kontra

    Prabowo terus mengomel. Dia mengatakan tak akan mengakui para jurnalis yang meliputnya lagi. Kepada hadirin yang mendengarkannya, Prabowo bahkan meminta agar mereka tak usah menghormati para wartawan lagi.

    Baca juga: Dua Gugus Purnawirawan TNI akan Hadang Prabowo di Pilpres 2019

    Seusai acara, Prabowo menolak diwawancarai sambil menggerutu. Dia menanyai asal media dari jurnalis yang mendekatinya dan hanya mau berbicara kepada satu wartawan dari salah satu stasiun televisi nasional. "Kamu dari mana? TV mana kamu? TV mana? Untuk apa wawancara saya? Kemarin sebelas juta kau bilang enggak ada orang, " kata Prabowo sembari menghindar dan menuju mobilnya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.