Pembunuhan Pekerja Proyek di Papua, Ketua DPR: Melebihi Terorisme

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan keterangan lokasi kasus pembunuhan pekerja di Papua yang digelar di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018. Jalur Trans Papua yang sedang dibangun bertujuan untuk menyempurnakan konektivitas di pulau paling ujung timur Indonesia tersebut. REUTERS/Willy Kurniawan

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan keterangan lokasi kasus pembunuhan pekerja di Papua yang digelar di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018. Jalur Trans Papua yang sedang dibangun bertujuan untuk menyempurnakan konektivitas di pulau paling ujung timur Indonesia tersebut. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menilai pembunuhan pekerja proyek PT Istaka Karya di Nduga, Papua, oleh kelompok bersenjata melebihi kejahatan terorisme. "Gak bisa lagi dianggap suatu persoalan yang sepele," ujar Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

    Bambang menuturkan DPR setuju jika pemerintah bertindak represif dengan menerjunkan TNI demi memberantas kelompok yang diduga dipimpin oleh Egianus Kogoya ini. "Yang penting selamatkan bangsa ini, selamatkan rakyat kita, jangan sampai ada korban jatuh lagi berapapun ongkosnya."

    Baca: SETARA Mengutuk Insiden Pembunuhan ... 

    Sebanyak 31 orang pekerja Proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua diduga dibunuh kelompok bersenjata, pada 2 Desember 2018. Kepolisian Daerah Papua menyatakan, hingga Senin, 3 Desember 2018, pukul 22.35 sebanyak 24 orang yang tewas identitasnya diketahui.

    Bambang meminta pemerintah tidak menyepelekan masalah ini. "Kami DPR mendorong penegak hukum dan pihak keamanan tidak bertindak tanggung-tanggung."

    Baca: Evakuasi Korban Pembunuhan Papua, TNI ... 

    Demi tuntasnya penyelesaian kasus itu, politikus Partai Golkar ini mengatakan urusan Hak Asasi Manusia (HAM) dibicarakan nanti. Meski ia tetap mendorong aparat memperhatikan HAM dalam bertindak. "Urusan negara dan keselamatan masyarakat, penegak hukum maupun pasukan harus bertindak tegas, keras," katanya.

    Bambang mendesak Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian mengerahkan pasukan elit di kesatuan masing-masing untuk menumpas kelompok bersenjata di Papua yang membunuh 31 pekerja proyek Trans-Papua di Kabupaten Nduga.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.