10 Poin Pidato Jokowi di Hari Antikorupsi Sedunia

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, didampingi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo saat menghadiri Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia dan Peresmian Pembukaan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi Tahun 2018 di Jakarta, Selasa 4 Desember 2018. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rangkaian acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi 2018 untuk menyambut Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang jatuh pada 9 Desember. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, didampingi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo saat menghadiri Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia dan Peresmian Pembukaan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi Tahun 2018 di Jakarta, Selasa 4 Desember 2018. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rangkaian acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi 2018 untuk menyambut Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang jatuh pada 9 Desember. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka Hari Antikorupsi Sedunia di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa, 4 Desember 2018.

    "Selamat hari antikorupsi sedunia. Peringatan seperti ini momentum mengingatkan kita untuk mereview dan melanjutkan gerakan antikorupsi," kata Jokowi dalam sambutannya.

    Baca: Hari Antikorupsi, Jokowi Sebut Saber Pungli Terima 36 Ribu Aduan

    Berpidato selama lebih kurang 12 menit, Jokowi menyampaikan sejumlah hal. Berikut adalah poin-poin pidato Jokowi terkait hari antikorupsi:

    - Jokowi ingin gerakan antikorupsi menjadi sebuah gerakan bangsa yang dilakukan institusi negara, civil society dan masyarakat luas. Hal itu merupakan upaya membangun Indonesia maju yang produktif, inovatif dan efisien

    - Jokowi menyebutkan sejumlah upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam mencegah korupsi, seperti penerapan e-tilang, e-samsat, e-procurement, e-budgeting dan e-planning

    - Dari segi kebijakan dalam memberantas korupsi, Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi di mana KPK menjadi koordinator. Pemerintah menerbitkan juga Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

    Baca: Beberapa Ketua Umum Parpol Hadiri Peringatan Hari Antikorupsi

    - Pemerintah tidak memberikan toleransi pada koruptor yang melarikan uang hasil korupsinya ke luar negeri. Jokowi mengatakan akan menandatangani mutual legal assistance dengan pemerintah Swiss untuk mengejar uang hasil korupsi dan money laundring

    - Jokowi menyebut Provinsi DKI Jakarta sebagai provinsi dengan peringkat pertama yang baik dalam menerapkan monitoring pencegahan dan pelaksanaan sistem pelayanan birokrasi. Adapun di tingkat kabupaten, ada Kabupaten Boyolali di ranking teratas

    - Jokowi akan memberikan instruksi berupa Inpres atau Perpres kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar mencontoh salah satu kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah yang sudah menerapkan monitoring pencegahan dan pelaksanaan sistem pelayanan birokrasi yang baik

    - Jokowi meminta kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memangkas regulasi atau debirokrasi untuk meningkatkan efisiensi. Ia juga meminta agar mereka berorientasi pada tujuan, bukan prosedur. Sebab, dengan pelayanan yang sederhana, cepat, dan transparan, tidak ada relevansi untuk menyuap

    - Menurut Jokowi, keberhasilan gerakan antikorupsi tidak diukur dari seberapa banyak orang yang ditangkap dan dipenjara, tetapi berdasarkan ketiadaan orang yang menjalankan tindak pidana korupsi. Kondisi ideal dari bangsa antikorupsi adalah ketika disaring dengan hukum seketat apapun, tidak ada lagi orang yang ditersangkakan sebagai koruptor

    - Sistem demokrasi, hukum, akuntansi, cara kerja birokrasi harus bisa mencegah semua pihak melakukan korupsi. Ia berharap etika dan budaya dalam birokrasi dan korporasi semakin menghargai kesederhanaan, moralitas publik dan keadilan sosial dengan dipandu keteladanan pemimpin

    - Jokowi meyakini suatu saat Indonesia akan berhasil membangun masyarakatnya menjadi bansga yang bebas korupsi

    Baca: Hari Antikorupsi, Jokowi Sebut Saber Pungli Terima 36 Ribu Aduan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.