Ridwan Kamil Lantik Tiga Kepala Daerah di Jabar

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melantik Bupati - Wakil Bupati Kuningan, Acep Purnama- Muhammad Ridho Suganda, dan Walikota - Wakil Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih - Nana Suryana,  di  Gedung  Sate Bandung,  Selasa , 4 Desember 2018.

    Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melantik Bupati - Wakil Bupati Kuningan, Acep Purnama- Muhammad Ridho Suganda, dan Walikota - Wakil Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih - Nana Suryana, di Gedung Sate Bandung, Selasa , 4 Desember 2018.

    INFO JABAR-- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melantik tiga pejabat baru di lingkungan Pemprov Jabar. Tiga  pejabat baru yang dilantik gubernur yaitu Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, pada Senin malam, 3 Desember 2018. Bupati - Wakil Bupati Kuningan, Acep Purnama- Muhammad Ridho Suganda, dan Walikota - Wakil Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih - Nana Suryana, dilantik hari ini Selasa, 4 Desember 2018, di Gedung Sate Bandung.  

    Ade Sugianto menjadi Bupati Tasikmalaya sampai tahun 2021 menggantikan, Uu Ruzhanul Ulum, yang kini mejadi Wakil Gubernur Jawa Barat. Sedangkan Bupati - Wakil Bupati Kuningan, Acep Purnama- Muhammad Ridho Suganda, dan Walikota - Wakil Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih - Nana Suryana, akan menjabat sampai 2023.

    "Ini pilihan rakyat yang harus dihormati. Setelah dilantik, bayar kepercayaan rakyat dengan amanah, istiqomah dan bawalah perubahan," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil minta mereka yang dilantik meningkatkan integritas, melayani masyarakat dengan maksimal, serta meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan  tugas. "Kepuasan masyarakat hadir ketika mereka mengucapkan terima kasih terhadap kecepatan kita dalam melayani," katanya.

    Kang Emil, sapaan gubernur, juga minta mereka menjaga kondusifitas wilayah, khususnya menjelang pesta politik di 2019. Dia juga berharap masyarakat mengedepankan tata krama dan nilai-nilai sopan santun.

    Dia menegaskan, perbedaan pandangan politik hendaknya tak memicu perpecahan. Sebab, kontestasi politik merupakan kompetisi adu gagasan, bukan arena permusuhan. "Tidak boleh ada gejolak yang tidak perlu," ujar Kang Emil.

    Gubenur Emil juga berpesan agar dijaga hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif. "Pulang dari sini tolong periksa 'rapot!' apa masih ada yang jelek? Apakah IPM-nya, kesehatannya, infrastrukturnya, atau apanya yang masih kurang?” katanya.

    Kang Emil juga mengungkapkan, Jawa Barat ingin menjadi Provinsi pariwisata. Dengan modal kearifan lokal dan keindahan alam, Jawa Barat punya motor ekonomi yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

    "Kami ada hibah sekitar Rp40- 50 miliar untuk pengembangan pariwisata, tinggal dicari lokasinya," ujar mantan Walikota Bandung itu.

    Per bulan Januari 2019, sambung Kang Emil, ada program Jalan Mulus (Jamu),  untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur jalan di pedesaan. "Jalan desa meskipun bukan kewenangan provinsi, tapi akan kita atur mekanismenya supaya bisa diperbaiki bersama," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.