Ketua DPR Desak TNI-Polri Usut Tuntas Penembakan di Papua

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) saat berkunjung ke Redaksi Tempo, Palmerah, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) saat berkunjung ke Redaksi Tempo, Palmerah, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengutuk aksi penembakan terhadap 31 pekerja proyek Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua. "DPR mengutuk keras aksi penembakan tersebut," ujarnya di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.

    Baca juga: TNI dan Polri Turun Evakuasi Korban Pembunuhan di Papua

    Bambang pun meminta TNI dan Polri mengusut tuntas kasus penembakan pekerja proyek Istaka Karya. Selain itu lanjut dia, Komisi I akan segera berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

    "Saya minta TNI-Polri mengusut tuntas penembakan tersebut," ujarnya.

    Sebanyak 31 orang pekerja Proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua diduga dibunuh kelompok bersenjata, pada 2 Desember 2018. Kepolisian Daerah Papua menyatakan, hingga Senin, 3 Desember 2018, pukul 22.35 sebanyak 24 orang yang tewas identitasnya diketahui.

    Baca juga: Jokowi Minta Panglima TNI dan Kapolri Cek Pembunuhan di Papua

    Delapan orang sempat menyelamatkan diri ke rumah seorang anggota DPRD. Namun, delapan orang itu dijemput oleh kelompok bersenjata. “Tujuh di antaranya dibunuh, satu orang kabur dan belum ditemukan,” kata Kepala bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal, Selasa, 4 Desember 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.