Fadli Zon Klaim Tidak Membela Bahar bin Smith, Tapi Demokrasi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berbicara di Acara Reuni Alumni 212, di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 2 Desember 2017. TEMPO/Alfan Hilmi

    Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berbicara di Acara Reuni Alumni 212, di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 2 Desember 2017. TEMPO/Alfan Hilmi

    TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan dirinya tak membela mubalig  Bahar bin Smith. Fadli mengklaim hanya membela kebebasan berpendapat mubalig asal Kabupaten Bogor yang juga merupakan daerah pemilihannya itu.

    "Saya tidak membela. Saya kenal secara pribadi, kebetulan Habib Bahar ini dari dapil saya dari Kabupaten Bogor," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senin, 3 Desember 2018.

    Hal ini disampaikan Fadli saat ditanya ihwal sikapnya menanggapi proses hukum terhadap Bahar. Fadli sebelumnya menyebut dipolisikannya Bahar sebagai kezaliman yang sempurna.

    Baca: Kasus Bahar bin Smith, Polisi Periksa 15 Orang Saksi

    Di sisi lain, calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan setiap pihak memang harus menjaga ujaran, terutama di tengah tahun politik seperti ini. Sandiaga mengimbau semua pihak untuk meneduhkan suasana.

    "Dalam keadaan pilpres seperti ini tentunya kita harus sama-sama berhati-hati menjaga ujaran kita dan menenangkan, menyejukkan suasana," kata Sandiaga di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat, 30 November 2018.

    Fadli menilai proses hukum terhadap Bahar merupakan persoalan dalam demokrasi Indonesia. Dia mempertanyakan batasan kritik dalam demokrasi dan ujaran kebencian. "Jangan semuanya dipelintir, yang berbeda pendapat, yang mengkritik semuanya di-hatespeech. Itu bukan demokrasi namanya," kata Fadli.

    Simak: Buya Syafii Soal Bahar bin Smith: Dakwah Menghina Tak Beradab

    Bahar bin Smith sebelumnya dilaporkan ke Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya oleh sejumlah pihak. Bahar sedianya menjalani pemeriksaan Senin siang namun mangkir. Polda Metro Jaya pun menjadwalkan pemanggilan ulang pada Kamis, 6 Desember.

    Salah satu pihak yang melaporkan Bahar ialah politikus Partai Solidaritas Indonesia Muannas Alaidid. Muannas menilai ucapan Bahar tak bisa ditoleransi lagi lantaran merendahkan kepala negara dan kepala pemerintahan, Presiden Joko Widodo.

    Dalam video ceramah yang beredar di media sosial, Bahar menyebut Jokowi banci. "Kalau kamu ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu," kata Bahar.

    Fadli berkukuh ucapan itu harus dipandang dalam konteksnya yang utuh. Bahar bin Smith, kata dia, tengah membicarakan momen saat Jokowi tak menemui massa aksi 411 dua tahun silam. "Itu terkait banyak massa yang ingin mendatangi Presiden, tapi Presiden tidak jelas ke mana," kata Fadli.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.