Selasa, 11 Desember 2018

Jokowi Gendong Anak Difabel di Hari Penyandang Disabilitas

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) menggendong siswa penyandang disabilitas asal Sukabumi Mukhlis Abdul Holik disela Peringatan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2018 di Bekasi, Jawa Barat, Senin, 3 Desember 2018. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) menggendong siswa penyandang disabilitas asal Sukabumi Mukhlis Abdul Holik disela Peringatan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2018 di Bekasi, Jawa Barat, Senin, 3 Desember 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara puncak peringatan  Hari Penyandang Disabilitas 2018 yang diselenggarakan Kementerian Sosial  di Mall Sumarecon Bekasi, Jawa Barat, Senin, 3 Desember 2018. Acara bertema 'Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas' itu dihadiri oleh ribuan penyandang disabilitas dari berbagai usia.

    Dalam sambutannya Jokowi mengatakan pemerintah telah memberi ruang bagi penyandang disabilitas untuk terlibat aktif dalam pembangunan. Hal tersebut, kata Jokowi, telah diamanatkan dalam Undang-Undang.

    Baca: Hari Penyandang Disabilitas, Bahagia Selfie Sama Presiden Jokowi

    Jokowi meminta kepada Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita untuk mendirikan pabrik yang dapat dikelola dan mempekerjakan para penyandang disabilitas. "Saya ingin yang konkret, yang riil. Undang-undang yang mengatur tentang hak-hak penyandang disabilitas sudah ada. Sekarang yang penting adalah implementasinya," kata Jokowi dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo.

    Dalam kesempatan itu Jokowi juga menggendong Mukhlis Abdul Holik alias Adul, penyandang disabilitas berusia 8 tahun dari Sukabumi. Dari keterangan Humas Kementerian Sosial, Adul setiap hari harus berjalan merangkak sepanjang tiga kilometer untuk menuju sekolah. Adul juga telah lama memendam keinginan untuk bertemu presiden Jokowi.

    "Saya berpesan kepada para penyandang disabilitas untuk selalu percaya diri meraih prestasi. Saya tanya Adul minta apa, dia bilang minta sekolah dari SD sampai kuliah. Semangat seperti ini yang harus terus kita tumbuhkan, kita tingkatkan," tutur Jokowi.

    Simak: Hari Penyandang Disabilitas, 7.000 Difabel Dapat Kartu Identitas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.