DPR Lantik Pengganti Empat Kader Hanura yang Pindah ke Nasdem

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi Pertahanan dan Intelejen DPR RI Arief Suditomo dalam diskusi 'Pergantian Kepala BIN dan Membangun Intelejen Profesional' di Cikini, Jakarta, 5 September 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Anggota Komisi Pertahanan dan Intelejen DPR RI Arief Suditomo dalam diskusi 'Pergantian Kepala BIN dan Membangun Intelejen Profesional' di Cikini, Jakarta, 5 September 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat melantik empat anggota Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan satu kader Partai Persatuan Pembangunan sebagai anggota DPR melalui Pergantian Antar Waktu (PAW) hari ini, Senin, 3 Desember 2018. Pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dalam rapat paripurna.

    Empat anggota Partai Hanura yang diganti karena pindah ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem) adalah Rufinus Hotmaulana Hutauruk (daerah pemilihan Sumatera Utara II), Frans Agung Mula Putra (dapil Lampung I), Arief Suditomo (dapil Jawa Barat I), dan Dadang Rusdiana (dapil Jawa Barat II).

    Baca: DPR Diminta Segera Selesaikan RUU ...

    Keempatnya digantikan oleh Erik Adtrada Ritonga, Ferdinand Sampurna Jaya, Timbul P. Manurung, dan Erislan. Pimpinan DPR juga melantik Lukman Hakim Hasibuan untuk menggantikan Fadly Nurzal dari Fraksi PPP dapil Sumatera Utara III.

    Ketua DPR Bambang Soesatyo memimpin pengucapan sumpah jabatan anggota. "Sumpah yang anda ucapkan mengandung tanggung jawab terhadap negara. Sumpah ini adalah janji terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan manusia yang harus ditepati," kata Bambang.

    Baca: Formappi: DPR Tak Kritis dalam Pembahasan ...

    Selain empat nama itu, masih ada tiga kader Hanura lain yang pindah partai tetapi belum diganti. Mereka ialah Dossy Iskandar, Fauzi H. Amro, dan Sarifuddin Sudding. Dossy dan Fauzi pindah ke Nasdem, sedangkan Sudding mencalonkan diri sebagai calon legislator dari Partai Amanat Nasional.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.