Sosialisasi Capaian Pengelolaan Sektor ESDM di Sumbawa

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman dan Sekda Kabupaten Sumbawa H. Rasyidi

    Sekjen Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman dan Sekda Kabupaten Sumbawa H. Rasyidi

    INFO NASIONAL - Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) melaksanakan sosialisasi capaian sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada pemerintah Kabupaten Sumbawa, pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, lembaga swadaya masyarakat, perguruan  tinggi, asosiasi, dan pelaku usaha di kantor Bupati Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 30 November 2018.

    Sosialisasi sektor ESDM mencakup capaian pembangunan nasional pada subsektor mineral dan batu bara, peningkatan rasio elektrifikasi dan pemanfaatan energi baru terbarukan, serta kontribusi minyak dan gas bumi dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional.

    Energi merupakan kebutuhan dasar bagi manusia dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Dalam konteks negara, energi memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan. Bupati Sumbawa yang diwakili Sekretaris Daerah H. Rasyidi menjelaskan, sektor energi merupakan kebutuhan dasar, maka ketersediaan energi merupakan salah satu daya saing terhadap suatu wilayah.

    Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal DEN Saleh Abdurrahman mengatakan pentingnya ketahanan energi didasarkan pada empat factor, yaitu ketersediaan energi, aksesibilitas energi, keterjangkauan energi, dan akseptabilitas energi. Adapun tantangan sektor ESDM, antara lain sumber daya manusia yang perlu ditingkatkan, teknologi yang dekat dengan masyarakat, juga bagaimana meningkatkan investasi terhadap sektor ESDM.

    “Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan komunikasi mengenai sektor ESDM. Apabila ada hal yang akan didiskusikan dapat disampaikan, kami sampaikan ke pimpinan di Jakarta,”kata Saleh.

    Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dalam rangka sosialisasi capaian sektor ESDM di Sumbawa, yang sehari sebelumnya telah dilakukan kunjungan kerja ke Amman Mineral Nusa Tenggara.  (*)

    (DEN/Humas/TR)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.