Selasa, 11 Desember 2018

233 Mahasiswa Papua yang Ditahan di Surabaya Sudah Dipulangkan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) dihadang pihak kepolisian di dalam gedung LBH Jakarta saat akan melakukan aksi di Kedutaan Besar Belanda, Jakarta, Sabtu 1 Desember 2018. TEMPO/Subekti.

    Puluhan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) dihadang pihak kepolisian di dalam gedung LBH Jakarta saat akan melakukan aksi di Kedutaan Besar Belanda, Jakarta, Sabtu 1 Desember 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pegiat Aliansi Mahasiswa Papua, Alince Tekege menuturkan 233 mahasiswa yang ditangkap di Surabaya sudah dipulangkan. Para mahasiswa itu sebelumnya sempat dibawa ke Polrestabes Surabaya. "Mereka semua sudah pulang ke masing-masing kota," ujar Alince melalui pesan teks, Senin, 3 Desember 2018. Ia menuturkan, ke-233 mahasiswa itu pulang dalam keadaan aman. 

    Hanya saja, kata Alince, ada tiga orang mahasiswa yang bocor kepalanya. "Sudah dirawat di Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya."

    Baca: Polres Surabaya Amankan 233 Mahasiswa ...

    Pemulangan ratusan mahasiswa Papua itu buntut aksi 1 Desember 2018 yang diperingati sebagai hari kemerdekaan Papua ke57. Sebanyak 537 orang ditangkap di Kupang, Ternate, Ambon, Manado, Makassar, Jayapura, Asmat, Waropen, dan Surabaya.

    Keributan dalam unjuk rasa mahasiswa Papua di Surabaya menyebabkan 16 mahasiswa luka-luka, tiga di antaranya bocor di kepala akibat lemparan batu dan pemukulan. Sejumlah ormas, antara lain Pemuda Pancasila, Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/ Polri (FKPPI), Himpunan Putra-Putri Keluarga TNI Angkatan Darat (Hipakad) dan organisasi pencak silat menggelar aksi tandingan untuk menghadang mahasiswa yang berencana menuju Gedung Grahadi di Jalan Gubernur Suryo.

    Beberapa anggota massa tandingan ini berusaha menyerang mahasiswa Papua, namun berhasil dicegah polisi. Setelah demo berakhir, polisi mengawal mahasiswa jalan kaki kembali ke asramanya untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

    Baca: Buntut Aksi Ulang Tahun Papua, 500 Mahasiswa ...

    Selain mahasiswa, turut ditangkap pula seorang warga Australia yang malam itu berada di asrama. Warga asing perempuan yang belum diketahui namanya itu langsung diserahkan ke kantor Imigrasi Surabaya.

    Menurut penasehat hukum mahasiswa Papua, Veronica Koman, WNA itu sebenarnya tak ada kaitan dengan unjuk rasa 1 Desember. "Kebetulan dia kenal dengan mahasiswa, lalu singgah di asrama," kata dia.

    ANDITA RAHMA | DEWI NURITA | KUKUH S. WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.