Buya Syafii Soal Bahar bin Smith: Dakwah Menghina Tak Beradab

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno sowan ke rumah Buya Syafii Maarif di Yogyakarta, Ahad, 2 Desember 2018/Tempo/Pribadi Wicaksono

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno sowan ke rumah Buya Syafii Maarif di Yogyakarta, Ahad, 2 Desember 2018/Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Cendekiawan muslim yang juga tokoh Muhammadiyah, Ahmad Syafi'i Ma'arif atau yang akrab disapa Buya Syafi'i, angkat bicara soal isi ceramah  Bahar bin Smith. Bahar telah dilaporkan ke polisi karena ceramahnya diduga mengandung penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

    "Isi dakwah itu harusnya yang sejuk, damai, dan membangun kesadaran manusia dong," ujar Buya di sela pertemuan dengan calon wakil presiden Sandiaga Uno di rumahnya di Yogyakarta, Ahad, 2 Desember 2018.

    Baca: Di Reuni 212, Bahar bin Smith: Lebih Baik Saya Busuk di Penjara

    Buya menilai pelaporan masyarakat atas Bahar bin Smith terkait ceramahnya yang menyinggung Jokowi ke kepolisian hal yang bisa dimaklumi. "Ya kalau dia (Bahar) dianggap melanggar hukum, ya, eggak apa-apa kalau dia dilaporkan. Semua warga negara sama di hadapan hukum," ujar Buya.

    Walaupun ceramah Bahar dikemas dalam dakwah, namun Buya menilai bahwa dakwah itu adalah sebuah sikap dan yang terpenting konten atau isinya. "Kalau dakwah isinya ujaran kebencian, apalagi menghina, itu bagi saya perbuatan tidak beradap," ujar Buya.

    Simak: Habib Bahar bin Smith Dicegah Ke Luar Negeri

    Sandiaga Uno sendiri enggan berkomentar banyak terkait pelaporan hingga pencekalan yang menimpa Bahar bin Smith. Sandiaga menyerahkan semua proses hukum sesuai aturan yang berlaku di Indonesia. "Saya tidak ingin berkomentar terkait hal-hal yang menyangkut dengan hukum, biarkan proses hukum berlaku," kata Sandiaga.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.