Selasa, 11 Desember 2018

Buntut Aksi Ulang Tahun Papua, 500 Mahasiswa Diperiksa Polisi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) dihadang pihak kepolisian di gedung LBH Jakarta saat akan melakukan aksi di Kedutaan Besar Belanda, Jakarta, Sabtu 1 Desember 2018. Aksi untuk memperingati 57 Tahun deklrasi Kemerdekaan West Papua pada 1 Desember 1961. TEMPO/Subekti.

    Puluhan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) dihadang pihak kepolisian di gedung LBH Jakarta saat akan melakukan aksi di Kedutaan Besar Belanda, Jakarta, Sabtu 1 Desember 2018. Aksi untuk memperingati 57 Tahun deklrasi Kemerdekaan West Papua pada 1 Desember 1961. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Surabaya  - Sebanyak 537 orang ditangkap karena buntut aksi 1 Desember 2018 yang merupakan peringatan 57 tahun kemerdekaan Papua. 537 orang tersebut akumulasi dari penangkapan di Kupang, Ternate, Ambon, Manado, Makassar, Jayapura, Asmat, Waropen, dan Surabaya.

    Simak: Buntut Unjuk Rasa Papua, Polres Surabaya Tangkap 200 Mahasiswa

    Pengacara mahasiswa Papua, Veronica Koman, dari 537 orang tersebut, 233 orang di antaranya merupakan mahasiswa Surabaya yang saat ini sudah dibawa ke Polrestabes Surabaya dari asrama mereka. “Saat ini saya sedang mendampingi para mahasiswa tersebut di Polrestabes Surabaya,” kata Veronica saat dihubungi Tempo pada Ahad, 2 Desember 2018.

    Sebelumnya, Veronica menuturkan polisi sebenarnya meminta mahasiswa di luar Surabaya yang ikut demonstrasi HUT OPM 1 Desember kemarin segera meninggalkan Surabaya. Namun karena waktunya sudah tengah malam, mereka tidak siap dengan transportasi. Akhirnya polisi mengambil tindakan membawa mereka ke markas.

    Veronica mengakui sebagian pengunjuk rasa memang berasal dari luar Surabaya bahkan Bali. "Memang tahun ini unjuk rasa dipusatkan di Surabaya," kata dia.

    Selama di Polrestabes Surabaya, kata Veronica, mahasiswa tak mau makan. Mereka menolak makanan dan minuman pemberian polisi.

    Selain mahasiswa, turut ditangkap pula seorang warga Australia yang malam itu ada di asrama. Warga asing perempuan yang belum diketahui namanya itu langsung diserahkan ke kantor Imigrasi Surabaya.

    Menurut Veronica, WNA itu sebenarnya tak ada kaitan dengan unjuk rasa 1 Desember. "Kebetulan dia kenal dengan mahasiswa, terus singgah di asrama," kata Veronica.

    Simak: Demo Mahasiswa Papua di Surabaya, Nyaris Bentrok dengan Ormas

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Sudamiran belum berhasil dihubungi soal penangkapan mahasiswa Papua ini. Saat memantau jalannya aksi 1 Desember kemarin, Sudamiran mengatakan bahwa polisi punya kewenangan menindak pihak-pihak yang melanggar kamtibmas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.