Kubu Prabowo: Muatan Politik tak Bisa Dihindarkan dari Reuni 212

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief seusai menghadiri perayaan hari jadi Partai Demokrat yang ke-17 dan ulang tahun Susilo Bambang Yudhoyono yang ke-69 di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief seusai menghadiri perayaan hari jadi Partai Demokrat yang ke-17 dan ulang tahun Susilo Bambang Yudhoyono yang ke-69 di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Badan Pemenangan Prabowo - Sandiaga, Andi Arief menilai tidak ada unsur kampanye dalam Reuni 212. Kendati demikian, kata dia, muatan politis pasti tidak terhindarkan dalam acara tersebut. “Politik itu semua sah, asal jangan kejahatan,” kata Andi Arief saat dihubungi Tempo pada Ahad, 2 Desember 2018.

    Simak: Lima Fakta Reuni Akbar 212: Dituding sebagai Gerakan Politik

    Hal tersebut disampaikan Andi Arief menanggapi pernyataan kubu Jokowi yang menyatakan acara Reuni 212 dibungkus dengan ajang silahturahmi akbar, namun isinya adalah forum untuk mengkampanyekan calon presiden Prabowo Subianto. Acara tersebut digelar sejak pukul 03.00 dinihari di Monas pada Ahad, 2 Desember 2018.

    Tudingan kubu Jokowi tersebut semakin diperkuat dengan sikap Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menyerukan agar umat Islam memilih calon presiden yang direkomendasikan Ijtima Ulama GNPF. Adapun calon presiden dan calon wakil presiden rekomendasi Ijtima Ulama GNPF adalah Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

    Menurut Andi Arief, hal tersebut bukanlah kampanye, melainkan muatan politis yang tak terhindarkan karena masyarakat yang juga terpolitisasi oleh keadaan. “Saya melihat ada semacam pengharapan hadirnya keadilan. Ini gerakan kelas menengah yang spirit keislamannya naik secara kualitatif,” ujar dia.

    Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan hal serupa. Dia membantah acara reuni 212 tersebut dimanfaatkan oleh pihaknya untuk mengkampanyekan Prabowo. Toh, kata dia, yang menyerukan memilih capres usungan Ijtima Ulama adalah Rizieq Shihab, bukan Prabowo yang hadir sebagai undangan. “Habib Rizieq berhak menyampaikan pendapatnya,” ujar dia.

    Jika banyak peserta yang meneriakkan ganti presiden, Prabowo Presiden dan sejenisnya, ujar Andre, hal tersebut sama sekali tidak ada yang mengarahkan. “Kita kan enggak bisa mengontrol semua orang,” ujar dia.

    Baca juga: Kepada Massa Reuni 212, Rizieq Shihab: 2019 Ganti Presiden

    Sebelumnya, Penanggung Jawab Reuni 212, Slamet Maarif, mengatakan acara Reuni Akbar 212 tidak bermuatan politik. Acara ini, kata dia, murni sebagai arena silaturahmi para peserta Aksi Bela Islam yang berlangsung di tanggal sama, dua tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.