Pantia Pastikan Tidak Ada Sumbangan Partai untuk Reuni Akbar 212

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif saat berbicara kepada awak media di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif saat berbicara kepada awak media di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Penanggung jawab Reuni Akbar 212, Slamet Maarif mengatakan bahwa biaya penyelenggaraan Reuni Akbar 212 di Monas berasal dari umat.

    "Bicara cost anggaran pasti setiap event punya budget. Tapi budget kita paling banyak logistik. Dari umat semua," kata Slamet dalam diskusi Polemik Trijaya, di D'consulate, Jakarta, Sabtu, 1 Desember 2018.

    Baca: Panitia Batal Undang Jokowi ke Reuni Akbar 212

    Slamet mengatakan hingga Jumat malam sudah ada 173 pos logistik untuk menjamu para peserta reuni yang datang dari luar kota. Menurut dia, sejak aksi damai 212 pada 2016, semua umat ikhlas membiayai dan mencari makan untuk diri sendiri.

    Ia pun memastikan anggaran penyelenggaraan Reuni Akbar 212 tidak berasal dari partai politik mana pun. "Bisa cek di rekening kita mana pun. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada parpol yang beri sumbangan," kata dia.

    Adapun sumbangan dari individu politikus, Slamet belum mengetahuinya. "Belum dengar dari bendahara," kata dia.

    Baca: Pengamat Sebut Reuni Akbar 212 Sarat Kepentingan Politik

    Reuni Akbar 212 akan berlangsung di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada 2 Desember 2018. Reuni ini diusung oleh PA 212, forum yang dibentuk untuk menampung orang-orang yang pernah terlibat dalam Aksi Bela Islam pada 2 Desember 2016.

    Saat itu, massa turun ke jalan menuntut mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, diproses hukum dengan tuduhan penistaan agama lantaran dinilai menghina Al Quran surat Al Maidah ayat 51.

    Baca: Reuni Akbar 212, Ini Rekayasa Lalu-lintas yang Disiapkan Dishub


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.