Demo Mahasiswa Papua di Surabaya, Nyaris Bentrok dengan Ormas

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendemo dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) berorasi dalam aksi memperingari hari Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat di depan Istana Negara, Jakarta, Ahad, 1 Juli 2018. Mereka juga menuntut pemerintah memberikan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pendemo dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) berorasi dalam aksi memperingari hari Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat di depan Istana Negara, Jakarta, Ahad, 1 Juli 2018. Mereka juga menuntut pemerintah memberikan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya - Unjuk rasa sekitar 300 anggota Aliansi Mahasiswa Papua di Surabaya hampir bentrok dengan ormas pada Sabtu, 1 Desember 2018. Semula mahasiswa berorasi di depan Studio Radio Republik Indonesia, Jalan Pemuda, Surabaya.

    Dalam orasinya, mahasiswa yang mengenakan atribut bendera Bintang Kejora itu menuntut agar rakyat Papua Barat diberi hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokrasi. Mereka juga menuntut Papua Merdeka.

    Baca: PP dan FKPPI Bakal Hadang Demo Mahasiswa yang Usung Papua Merdeka

    Rencananya, Aliansi Mahasiswa Papua itu akan meneruskan long march ke Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo. Namun karena di halaman Grahadi sedang berlangsung upacara peringatan Hari Korpri, langkah pengunjuk rasa dihadang polisi di Jalan Pemuda. Kendaraan taktis lapis baja penyemprot air juga disiagakan.

    Suasana menjadi tegang ketika massa kontra Aliansi Mahasiswa Papua mulai berdatangan dan menggelar unjuk rasa tandingan. Orasi terdengar bersahut-sahutan dan kedua kubu saling kecam.

    Massa tandingan yang berjumlah sekitar 200 orang antara lain datang dari Forum Komunikasi Putra-Putri TNI/ Polri, Himpunan Putra-Putri Angkatan Darat, Pemuda Pancasila dan komunitas pencak silat.

    Baca: 107 Orang Ditangkap Saat HUT KNPB di Asrama Mahasiswa Papua

    Massa tandingan berupaya merangsek, namun polisi melakukan penyekatan jarak agar mereka tidak terlibat bentrok. Wakil Ketua FKPPI Jawa Timur Gatot Sutantra yang memimpin unjuk rasa tandingan mengatakan, dengan mengusung isu Papua merdeka, Aliansi Mahasiwa sudah menyuarakan separatisme. "Kami ingatkan agar bubar, kalau tidak mau ya polisi yang membubarkan," kata Gatot.

    Melalui pengeras suara, polisi mengingatkan agar mahasiswa bubar karena tak punya izin. Polisi memberi waktu mereka mundur dan membubarkan diri.

    Baca: Alasan Polri Bubarkan Acara HUT KNPB di Asrama Mahasiswa Papua


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.