Pengurus PDIP Jawab Dugaan Aliran Dana dari Bupati Cirebon

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra menjawab pertanyaan awak media saat keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi oranye pada Jumat dinihari, 26 Oktober 2018. Sunjaya serta Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait dengan kasus tersebut. ANTARA

    Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra menjawab pertanyaan awak media saat keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi oranye pada Jumat dinihari, 26 Oktober 2018. Sunjaya serta Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait dengan kasus tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra mengalirkan sebagian uang hasil korupsi untuk membiayai acara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Acara itu terkait perayaan Hari Sumpah Pemuda yang digelar di Jakarta pada 27-28 Oktober 2018.

    Baca: Duit Korupsi Bupati Cirebon Diduga Mengalir ke Acara PDIP

    Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengaku tak tahu-menahu soal aliran dana dari Sunjaya itu. Menurut dia, banyak kegiatan kepartaian yang didanai secara gotong-royong. Tidak jarang para kader mengirimkan bantuan dana secara sukarela.

    “Tentu saja kami tidak menanyakan asal muasal dana tersebut. Partai selalu menegaskan agar semua kader tidak bermain-main dengan dana ilegal,” ujar Hendrawan, Jumat malam, 30 November 2018.

    Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar PDIP itu bertema Satu Indonesia Kita. Rangkaian acara itu ditutup dengan malam puncak gelaran konser musik kebangsaan di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran pada 28 Oktober 2018.

    KPK menduga Sunjaya menyumbang Rp 250 juta untuk acara tersebut. Uang tersebut diduga berasal dari fee yang ia terima terkait proyek di Cirebon. Saat ini, Sunjaya berstatus tahanan KPK dengan sangkaan melakukan jual-beli jabatan dan menerima fee proyek.

    Dugaan adanya aliran dana tersebut menjadi alasan KPK memeriksa anggota DPR Fraksi PDIP Nico Siahaan pada 29 November 2019. Mantan presenter kuis itu merupakan Ketua Panitia acara Sumpah Pemuda Satu Indonesia Kita. KPK memeriksa Nico setelah seorang panitia mengembalikan uang Rp 250 juta ke KPK. "Pengembalian tersebut dibuatkan berita acara dan menjadi bagian dari berkas perkara ini," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat, 30 November 2018

    KPK mengimbau partai politik agar memperhatikan sumber dana untuk penyelenggaraan acara. Menurut KPK, sumber dana yang berasal dari donasi kepala daerah beresiko tinggi berasal dari korupsi. "Asal-usul uangnya dapat berasal dari sumber seperti fee proyek, perizinan atau hal lain terkait kewenangan kepala daerah," kata dia.

    Baca juga: Sunjaya Ditahan, Nasib Pemerintahan di Pundak Plh Bupati Cirebon

    Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan mengatakan, acara tersebut merupakan acara Dewan Pimpinan Pusat dan tidak ada urusannya dengan kepala daerah, termasuk Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi. “Acara itu adalah acara DPP dan kami enggak pernah minta dana kepada kepala daerah untuk acara DPP,” ujar Trimedya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?