Mayjen Besar Harto, Pangkostrad Pengganti Andika Perkasa

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit Kostrad TNI AD melakukan yel-yel saat upacara Peresmian Satuan Baru dan Perubahan Nama Satuan TNI di Sorong, Papua Barat, 11 Mei 2018. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Prajurit Kostrad TNI AD melakukan yel-yel saat upacara Peresmian Satuan Baru dan Perubahan Nama Satuan TNI di Sorong, Papua Barat, 11 Mei 2018. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali melakukan mutasi dan promosi jabatan perwira tinggi. Salah satunya, Hadi menempatkan Mayor Jenderal Besar Harto Karyawan sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

    "Mutasi jabatan dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier perwira tinggi, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis," ujar Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan TNI Kolonel Sus Taibur Rahman dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jumat, 30 November 2018.

    Baca: Panglima TNI Mutasi 81 Jabatan Perwira Tinggi, Ini Daftarnya

    Besar Harto menjadi Pangkostrad dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1240/XI/2018 tanggal 29 November 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Besar Harto mengisi jabatan Pangkostrad yang kosong setelah ditinggal Jenderal Andika Perkasa.

    Perwira tinggi ini merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1986. Sebelum menjadi Pangkostrad ke-40 saat ini, dia menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi sejak 19 Maret hingga 29 November 2018. Dia merupakan perwira tinggi yang berpengalaman dalam bidang infanteri Komando Strategis Angkatan Darat.

    Baca: Mulyono Resmi Serah Terima Jabatan KSAD kepada Andika Perkasa

    Sejak menjadi perwira tinggi, Besar Harto memulai kariernya dengan pangkat Brigadir Jenderal sebagai Inspektorat Kostrad pada 2015. Tahun 2016, dia diangkat menjadi Kepala Koordinator Dosen Sekolah Staf dan Komando TNI. Pada tahun yang sama pula, pria asal Pasaman, Sumatera Barat ini kembali menjadi Inspektorat Kostrad.

    Pada pangkat Mayor Jenderalnya, Besar Harto memulai karier di Komandan Pusat Penerbangan TNI AD tahun 2017. Setelah itu, lelaki kelahiran 31 Mei 1963 ini di mutasi awal tahun 2018 menjadi Pangdam III/Siliwangi. Saat nanti dilantik menjadi Pangkostrad, Besar Harto akan naik pangkat menjadi Letnan Jenderal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.