Survei BNPT: Kearifan Lokal Dipercaya Efektif Tangkal Radikalisme

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius, Selasa, 18 Juli 2017, di Jakarta, memberikan penjelasan tentang deportasi 152 WNI dari Turki. ISTMAN MPD

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius, Selasa, 18 Juli 2017, di Jakarta, memberikan penjelasan tentang deportasi 152 WNI dari Turki. ISTMAN MPD

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT menunjukkan kearifan lokal efektif menangkal penyebaran paham radikal. Sebanyak 63,60 persen responden survei percaya bahwa kearifan lokal bisa menangkal radikalisme.

    "Kearifan lokal diyakini sebagai kekuatan kontrol sosial. Skornya tinggi," kata Kepala BNTP Suhari Alius saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis 29 November 2018.

    Baca: JK Yakin Mampu Atasi Penceramah Terpapar ...

    Namun dari survei itu BNPT menemukan pengetahuan kearifan lokal masyarakat relatif masih rendah, yaitu 30, 09 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kearifan lokal pada masyarakat hanya sebatas kepercayaan. Padahal, kata Suhari, responden survei yang dilakukan pada Januari hingga Oktober 2018 merupakan akademisi seluruh provinsi Indonesia, sebanyak 14.400 responden.

    Menurut Suhari, rendahnya pengetahuan kearifan lokal itu sejalan dengan sosialisasi kearifan lokal oleh pemerintah yang juga rendah. "Kearifan lokal sebagai nilai belum sepenuhnya diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat, meski dipercaya efektif menangkal radikalisme," ujarnya.

    Baca: BIN: Penyebaran Radikalisme di Masjid ...

    Suhari mengatakan BNPT telah menyusun beberapa langkah dalam menanggapi temuan itu. Di antaranya dengan mengiventarisasi dokumen-dokumen kearifan lokal dalam kemasan yang lebih menarik. "Redefinisi, reformulasi lagi agar kearifan lokal kembali menjadi nilai sepenuhnya bagi masyarakat."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.