BNPT Lakukan Verifikasi 41 Masjid Terpapar Radikalisme

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Suhardi Alius di Auditorium Universitas Andalas, Padang, 8 Agustus 2018. Istimewa

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Suhardi Alius di Auditorium Universitas Andalas, Padang, 8 Agustus 2018. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT telah melakukan verifikasi terkait temuan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) tentang 41 masjid lingkungan kantor pemerintahan yang terpapar radikalisme.

    "Kami sudah melakukan tabayun," kata Kepala BNTP Suhardi Alius saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis, 29 November 2018.

    Baca: JK Yakin Mampu Atasi Penceramah Terpapar Radikalisme

    Suhardi mengatakan BNPT telah menurunkan tim untuk memverfikasi temuan tersebut dengan melihat kondisi lapangan di masjid-masjid tersebut.

    Selain itu, kata Suhardi, tim telah mempelajari metode penelitian P3M tersebut. Timnya juga mempelajari indikator yang digunakan oleh P3M.

    Namun Suhardi enggan membeberkan hasil verifikasi tersebut. "Bagaimana hasilnya tentu kami tidak bisa sampaikan," ujarnya.

    Baca: P3M: Ujaran Kebencian Mendominasi di Masjid Terpapar Radikalisme

    P3M sebelumnya menemukan 41 masjid lingkungan kementerian dan BUMN terpapar paham radikalisme. Survei tersebut dilakukan terhadap kegiatan khotbah yang disampaikan beberapa penceramah di masjid tersebut.

    Survei yang dilakukan pada akhir 2017 itu pun telah diberikan kepada Badan Intelijen Negara atau BIN sebagai rekomendasi. Sebagai tindak lanjutnya, BIN juga telah memberikan edukasi dan pengawasan terhadap 50 penceramah.

    Baca: Soal Dosen Terpapar Radikalisme, Nasir: Pilih Dibina atau Keluar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.