Saat Idrus Marham Keluhkan Mobil Tahanan KPK

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, menunjukkan sebuah buku hasil karyanya dibuat selama menghuni sel tahanan KPK, sebelum menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Jumat, 16 November 2018. Ia diperiksa sebagai tersangka, dalam tindak pidana korupsi kasus suap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, menunjukkan sebuah buku hasil karyanya dibuat selama menghuni sel tahanan KPK, sebelum menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Jumat, 16 November 2018. Ia diperiksa sebagai tersangka, dalam tindak pidana korupsi kasus suap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1, Idrus Marham kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini.

    Idrus Marham tiba di gedung KPK sekitar pukul 16.40 WIB, seperti biasa dia menyapa awak media, lalu memasuki gedung KPK.

    Baca juga:  Idrus Marham Akui Pernah Minta Bantuan ke Johannes Kotjo

    Tidak sampai satu jam diperiksa, sekitar pukul 17.30 WIB, Idrus sudah terlihat turun dari lantai II KPK, mantan Menteri Sosial itu kemudian meladeni awak media yang sudah menantinya di pintu keluar Gedung KPK.

    Idrus pun menyampaikan jika dia baru saja menandatangani surat perpanjangan penahan kembali untuk 20 hari ke depan. "Iya ini perpanjangan lagi," ujar Idrus, Rabu 28 November 2018.

    Dalam doorstop tersebut, ada yang beda disampaikan oleh mantan Sekjen Partai Golkar tersebut. Sejak jadi tahanan KPK dari Agustus lalu, Idrus mengeluarkan sedikit unek-uneknya.

    "Saya sudah lama ya di sini, kadang-kadang kami sudah lama selesai diperiksa, kami harus menunggu karena mobil tidak ada, ya ini perlu mobil agar tidak telat lagi ," ujarnya.

    Baca juga: Setya Novanto dan Idrus Marham di Sidang Lanjutan Johannes Kotjo

    Idrus Marham juga menyinggung jumlah personel KPK yang dia anggap masih kurang. "Saya kira ini harus diperhatikan ya agar lebih baik ke depannya," ujar Idrus.

    KPK pun mempunyai sembilan mobil operasional tahanan, yang dipergunakan sebagai pengangkut tahanan KPK dari rutan ke Gedung KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.