Ketua MPR Serukan Pesan Damai di Tahun Politik

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di acara

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di acara "Temu Tokoh dan Sosialisasi Empat Pilar MPR" di beberapa wilayah di Provinsi Lampung, Rabu, 28 November 2018.

    INFO NASIONAL - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja serta menggelar acara “Temu Tokoh dan Sosialisasi Empat Pilar MPR” di beberapa wilayah di Provinsi Lampung, yakni di Kecamatan Terbanggi Besar , Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah, dan Kota Metro Lampung.

    Menurut Zulkifli Hasan, acara yang digelar pada Rabu, 28 November 2018, itu bertujuan, selain melaksanakan amanah UU MD3 untuk melakukan Sosialisasi Empat Pilar kepada masyarakat, juga dalam rangka peran serta aktif MPR melakukan upaya-upaya pemahaman kepada masyarakat Indonesia, agar dalam menghadapi tahun politik selalu damai, tidak gaduh, tetap saling menyayangi dan menghormati.

    "Kami MPR datang ke masyarakat di berbagai wilayah Indonesia termasuk Lampung ini, untuk menyebarkan pesan damai untuk semua anak bangsa terutama dalam menghadapi tahun politik.  Tahun politik pileg dan pilpres adalah agenda nasional yang biasa saja dan rutin.  Setiap lima tahun sekali kita melaksanakan, jadi tidak perlu dihadapi dengan ekstrim apalagi sampai berantem antar sesama," ujarnya.

    Zulhasan, sapaan akrab Ketua MPR  ini menekankan, tahun politik bukan digunakan untuk berperang antar saudara se-Tanah Air, tapi digunakan untuk memilih para pemimpin nasional yang akan membawa bangsa ini maju, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat pemilih atau bukan pemilih.

    "Terutama pilpres 2019, saya ingatkan bahwa para capres dan cawapres adalah kader-kader dan figur-figur bangsa yang terbaik, yang nantinya akan memimpin negara Indonesia. Walaupun rakyat memiliki pilihan masing-masing yang pasti berbeda, semestinya tidak harus saling menghina bahkan sampai bertarung nyawa hanya karena saling ejek pilihan capresnya masing-masing," ucapnya.

    Intinya, Zulhasan mengajak agar persoalan beda pilihan capres dilihat secara bijak dan menanamkan dalam diri masing-masing, bahwa kedua capres adalah putera-putera bangsa terpilih yang tidak diragukan kualitasnya, dan rakyat harus meyakini bahwa siapa pun yang terpilih akan mampu mengangkat bangsa ini tinggi-tinggi, dan mampu menghadirkan kesejahteraan untuk rakyat.

    "Ini pesan damai saya, pilpres bukan sarana untuk berperang, bukan saling gontok-gontokan, bukan ajang pecah belah, tapi untuk memilih pemimpin yang mampu menghadirkan keadilan untuk segenap rakyat Indonesia berdasarkan Pancasila," ujarnya.

    Pilpres, lanjut Zulhasan, adalah pesta demokrasi bangsa Indonesia.  Dan sesuai komitmen seluruh bangsa, sistem demokrasi Indonesia adalah demokrasi Pancasila.  Dalam demokrasi Pancasila, yang berdaulat dan berkuasa adalah rakyat.  Jadi, kedaulatan rakyatlah yang mampu membawa bangsa ini maju dengan secara tepat memilih pemimpin bangsa.

    "Maka dari itu fokuslah dalam memilih calon pemimpin dengan melihat kualitas diri sang calon, latar belakangnya, moralnya, integritasnya dan kualitas visi, misi serta program-programnya," ucapnya.

     Acara “Temu Tokoh dan Sosialisasi Empat Pilar” itu sendiri sangat antusias dihadiri banyak tokoh masyarakat dan ratusan masyarakat di sekitar acara tersebut digelar. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.