Kata Panitia Muktamar Soal Video Dahnil Anzar Dihadang Paspampres

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak di Polda Metro Jaya, Jumat, 26 Oktober 2018. TEMPO/Lani Diana

    Juru bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak di Polda Metro Jaya, Jumat, 26 Oktober 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah 2018 menyatakan Pasukan Pengamanan Presiden tak pernah melarang Dahnil Anzar Simanjuntak datang ke acara tersebut. Panitia menyatakan ricuh di Muktamar seperti yang terekam di video yang tersebar di media sosial berawal dari persoalan telepon genggam.

    Baca juga: Begini Cara Pemuda Muhammadiyah Hadapi Politik Uang Muktamar

    "Enggak betul, itu salah besar," kata Wakil Ketua Panitia Lokal Muktamar Pemuda Muhammadiyah Sandro Andriawan dihubungi Tempo, Selasa, 27 November 2018.

    Sandro mengatakan kericuhan sempat terjadi pada 08.30 WIB karena adanya larangan membawa telepon genggam ke dalam ruangan. Larangan tersebut, kata dia, disepakati dalam rapat koordinasi pengaman muktamar dan telah dikabarkan kepada seluruh peserta.

    Dalam pelaksanannya, setiap peserta muktamar harus menyerahkan telepon genggamnya di pintu pendeteksi logam yang dijaga Paspampres. Dalam acara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla akan hadir.

    Namun, salah satu peserta yang hendak melewati pintu pendeteksi logam protes saat Paspamres hendak menyimpan teleponnya. Peserta itu menganggap aturan itu janggal, karena tak biasanya sebuah acara melarang peserta membawa telepon seluler meskipun acara dihadiri oleh presiden ataupun wakil presiden.

    Menurut Sandro, karena tetap tak diizinkan masuk, si peserta itu mengajak peserta lain yang sudah ada di dalam ruangan untuk keluar. "Seribuan orang peserta kemudian ikut keluar," kata dia.

    Menurut dia, di luar ruangan, para peserta itu protes dengan berorasi dan bernyanyi. Saat itulah kemudian Dahnil Anzar datang ke lokasi keributan.

    Dalam video berdurasi 45 detik yang tersebar di media sosial, Dahnil Anzar terlihat dikerumuni massa. Massa berteriak-teriak. Namun, Dahnil meminta massa untuk tenang. "Saya mohon teman-teman tenang, kita duduk saja di situ," kata dia. Dalam keterangan video tertulis bahwa Paspampres melarang Dahnil masuk ke arena muktamar.

    Baca juga: Fakta-fakta dalam Dugaan Penyimpangan Dana Kemah Pemuda Islam

    Sandro membantah keterangan di video tersebut. Menurut dia, Dahnil Anzar mencoba menenangkan massa yang protes. Dahnil ingin menjaga suasana tetap kondusif.

    Sandro mengatakan mericuhan itu akhirnya dapat selesai dengan damai. Pihak Paspamres mengizinkan peserta membawa telepon seluler ke dalam ruangan muktamar dengan syarat telepon seluler harus diatur tidak bersuara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.