Hadapi Revolusi Industri 4.0, Jokowi: Kita Butuh Pemimpin Terbuka

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan pada Apel Danrem Dandim Terpusat di Gedung Yudha Wastu Pramuka Bandung, Jawa Barat, Senin 26 November 2018. Apel yang diikuti oleh 510 Dandim dan Danrem dari seluruh Indonesia itu dilaksanakan dalam rangka menyamakan pola pikir, koordinasi, serta evaluasi tindakan para Dandim dan Danrem jelang Pemilihan Umum 2019. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan pada Apel Danrem Dandim Terpusat di Gedung Yudha Wastu Pramuka Bandung, Jawa Barat, Senin 26 November 2018. Apel yang diikuti oleh 510 Dandim dan Danrem dari seluruh Indonesia itu dilaksanakan dalam rangka menyamakan pola pikir, koordinasi, serta evaluasi tindakan para Dandim dan Danrem jelang Pemilihan Umum 2019. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan karakter pemimpin yang tepat untuk masa depan adalah mereka yang berpikiran terbuka. Jokowi beralasan revolusi industri 4.0 yang sedang terjadi membawa banyak perubahan radikal dalam kehidupan manusia.

    "Kita butuh pemimpin baik di pemerintahan, perusahaan, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), yang open minded, terbuka, karena sekarang zaman keterbukaan," kata dia dalam peresmian pembukaan Kompas100 CEO Forum di Jakarta Convention Centre, Jalan Jend. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 27 November 2018.

    Baca: Foto Tomy Winata Dukung Jokowi, Timses ...

    Ia menuturkan pemimpin mendatang harus siap menghadapi beragam hal yang tidak bisa diprediksi. Pemimpin masa depan wajib bereaksi cepat terhadap perubahan, berorientasi pada hasil, dan mampu berkolaborasi.

    Demi menghadapi revolusi 4.0, Jokowi meminta perusahaan memberikan pelatihan kepada tenaga kerjanya agar kualitasnya meningkat. Bahkan Jokowi meminta kepada jajaran Kementerian Ekonomi agar memberi insentif pajak untuk perusahaan yang melatih karyawannya.

    Baca: Hadiri Apel Danrem-Dandim, Jokowi: Netralitas ...

    Dalam dua pekan ini, kata Jokowi, ia sudah berbicara dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan menteri-menteri ekonomi agar memberikan imbalan berupa super deduction tax untuk perusahaan dan BUMN yang memberikan pelatihan kepada para pekerjanya untuk menaikkan kapasitas mereka.

    Menurut Jokowi, peningkatan kualitas ini sejalan dengan agenda besar pemerintahannya, yaitu pembangunan sumber daya manusia (SDM). Untuk mewujudkan itu, kata dia, pemerintah mendorong pendidikan vokasi dan keterampilan kerja.

    Baca: Cekcok Beda Capres Berujung Maut, Ini Pesan Kubu Jokowi ...

    Jokowi menargetkan pengembangan SDM secara besar-besaran sehingga pola pikir masyarakat bisa berubah dari konsumtif ke produktif pada 2019. Proyek ini demi menciptakan kepemimpinan masa depan guna menghadapi revolusi industri 4.0 yang membawa banyak perubahan bagi kehidupan masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.