Agus Rahardjo: Kalau Tenaga Kami Cukup, KPK Bisa OTT Setiap Hari

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Agus Rahardjo memberikan keterangan terkait OTT Bupati Pakpak Bharat, saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Ahad, 18 November 2018. Agus mengatakan Remigo diduga telah menerima Rp 550 juta dalam beberapa kali transaksi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua KPK, Agus Rahardjo memberikan keterangan terkait OTT Bupati Pakpak Bharat, saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Ahad, 18 November 2018. Agus mengatakan Remigo diduga telah menerima Rp 550 juta dalam beberapa kali transaksi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo mengatakan jika lembaga antirasuah tersebut memiliki tenaga yang cukup, KPK akan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) setiap hari terhadap penyelenggara negara.

    Baca: Kurang Penyidik, Kinerja KPK Tak Maksimal

    "Kalau KPK punya tenaganya cukup hari ini, KPK melakukan OTT setiap hari bisa," kata Agus dalam diskusi Review Konvensi PBB Anti Korupsi (UNCAC) di kantornya, Selasa, 27 November 2018.

    Meski KPK terus melakukan penindakan korupsi, kata Agus, hari ini ia menduga masih banyak kepala daerah dan penyelenggara melakukan korupsi. Jika KPK memiliki tenaga memadai, ia menyebut maka mereka bisa ditangkap hari ini juga. "Kalau kami punya orang, pejabat bisa habis hari ini juga," ujarnya.

    Baca: Cerita KPK Pertahankan Gedung Lama: Lobi Jokowi dan Menkeu

    Menurut Agus, dalam meningkatkan pemberantasan korupsi diperlukan peran serta masyarakat, seperti yang tertuang dalam Pasal 8 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dinyatakan bahwa peran masyarakat dalam negara merupakan hak dan kewajiban untuk mewujudkan penyelenggara negara yang bebas dari KKN.

    Agus mengatakan hal ini perlu dimasukkan dalam UU Tipikor untuk melibatkan masyarakat dalam pemberantasan korupsi. "Ini esensinya penting, karena baru aparat penegakan hukum yang bergerak, masyarakat belum diberdayakan," ujarnya.

    Baca: KPK: 24 Orang Jadi Tersangka Karena Mengaku Sebagai Pegawai KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.