Menko Puan: Pak Edy Rahmayadi Gubernur, Apa Sempat Urus PSSI?

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi (kedua kiri), menyalami pendukungnya saat akan memberikan keterangan tentang hasil hitung cepat pilgub Sumatera Utara di Medan, Rabu, 27 Juni 2018. Sejumlah lembaga survei merilis pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) menang dalam pilgub Sumatera Utara. ANTARA

    Calon Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi (kedua kiri), menyalami pendukungnya saat akan memberikan keterangan tentang hasil hitung cepat pilgub Sumatera Utara di Medan, Rabu, 27 Juni 2018. Sejumlah lembaga survei merilis pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) menang dalam pilgub Sumatera Utara. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memiliki satu pertanyaan untuk Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi. Pertanyaan ini diungkapkan Puan menanggapi desakan agar Gubernur Sumatera Utara itu mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum PSSI.

    Simak: Komite Eksekutif Minta Ketua PSSI Tak Asal Bicara

    "Saya belum lihat, komentar saya cuman satu. Sekarang kan Pak Edy sudah gubernur, nah apakah Pak Edy masih punya waktu untuk fokus di PSSI," kata Puan di kepada Tempo di kantornya, Senin, 26 November 2018.

    Puan mengakui sebelum menjadi Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi juga memimpin PSSI ketika masih duduk sebagai Panglima Komando Strategi Angkatan Darat. Namun, menurut Puan, kondisi saat ini berbeda. Puan melihat jabatan sebagai Gubernur Sumatera Utara membutuhkan fokus lebih. Makanya, ia meminta Edy fokus.

    "Kalau dulu kan sebagai Pangkostrad mungkin punya tanggung jawab tapi sama-sama dengan (mengurusi) wilayah, teritorial. Nah ini sebagai gubernur apakah masih punya waktu," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

    Desakan agar Edy Rahmayadi melepas jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI ramai digaungkan di media sosial dengan tanda pagar #EdyOut. Tak cuma itu, ratusan pendukung Tim Nasional Indonesia juga meneriakkan kata-kata Edy Out dalam pertandingan Piala AFF Indonesia melawan Filipina pada Ahad lalu, 25 November.

    Edy Rahmayadi sudah kerap dikritik lantaran rangkap jabatan. Edy juga sering mengeluarkan pernyataan yang nyeleneh jika ditanya soal masalah seputar sepak bola, mulai dari prestasi Timnas hingga kematian suporter. Kepada wartawan Kompas TV, Aiman Witjaksono yang mewawancarainya, Edy pernah bertanya balik apa hak wartawan tersebut bertanya demikian.

    Belum lama ini, Edy juga menyalahkan wartawan atas prestasi Timnas Indonesia. Edy berujar, prestasi Timnas bisa baik jika wartawan dan medianya baik. Pernyataan Edy ini mendapat peringatan dari anggota Komite Eksekutif PSSI Gusti Randa.

    Baca: Edy Rahmayadi Didesak Mundur dari PSSI, Ini Komentar Asprov Jabar

    Komite Etik meminta Edy Rahmayadi tidak mengeluarkan pernyataan yang kontroversial atau blunder. "Ketum kalau beri statemen jangan blunder," kata Gusti usai rapat Komite Eksekutif di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 25 November 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.