Amien Rais Sebut Meikarta Mangkrak Karena Jokowi Ugal-ugalan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Dalam kesempatan tersebut, Amien Rais didampingi politikus Partai Gerindra Ferry Juliantono, penggerak #2019GantiPresiden Neno Warisman, dan koordinator Forum Masyarakat Peduli Penegakan Hukum dan Keadilan Marwan Batubara. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Dalam kesempatan tersebut, Amien Rais didampingi politikus Partai Gerindra Ferry Juliantono, penggerak #2019GantiPresiden Neno Warisman, dan koordinator Forum Masyarakat Peduli Penegakan Hukum dan Keadilan Marwan Batubara. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan saat ini ada tiga proyek pembangunan infrastruktur yang mangkrak gara-gara Pemerintah Joko Widodo atau Jokowi. Tiga proyek yang dimaksud Amien adalah reklamasi Teluk Jakarta, Meikarta, dan proyek kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

    Baca: Ceramah Kebangsaan, Amien Rais Singgung 3 Proyek Mangkrak

    "Alhamdulillah semua proyek itu mangkrak, semangkrak-mangkraknya," kata Amien saat berbicara di pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-XVII di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin, 26 November 2018. Mantan Ketua MPR juga menilai proyek tersebut mangkrak karena pemerintah saat ini terus menekankan pembangunan proyek secara ugal-ugalan.

    Amin sendiri ditemui usai memberikan ceramah mengatakan jika proyek-proyek yang ia sebutkan tadi pelaksanaannya dilakukan ngawur. "Semuanya (tiga proyek) itu edan dan ugal-ugalan," ujarnya.

    Medio akhir Oktober 2018 lalu, Ketua Dewan Kehormatan PAN ini menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama sejumlah tokoh. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menjelaskan kunjungan Amien untuk meminta KPK tak tebang pilih dalam menindak dan menuntaskan sejumlah perkara.

    Di antaranya kasus Meikarta dan kasus perusakan buku merah oleh dua mantan penyidik KPK yang kini tengah diusut, serta kasus reklamasi Teluk Jakarta.

    Kasus reklamasi Teluk Jakarta ini sebelumnya menyeret mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta M. Sanusi dan bos PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja. Ferry menilai, KPK perlu menindaklanjuti pengusutan korupsi terkait reklamasi Teluk Jakarta hingga menyasar dalang yang berperan dalam perkara tersebut.

    Simak: Sikap Muhammadiyah terhadap Ancaman Amien Rais Soal Pilpres

    Ferry juga menyinggung soal proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang tengah dikerjakan pemerintah. Dia mempertanyakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dipercayakan kepada investor Cina. Padahal, kata dia, investor Jepang menerapkan sistem keamanan yang lebih tinggi. "Terdapat dugaan pemerintah menetapkan Cina sebagai pemenang karena tanda petik, hengki pengki," kata Ferry yang mendampingi Amien Rais.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.