Jokowi akan Bagikan 12,7 hektar Hutan Sosial ke Masyarakat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan salam saat menghadiri penganugerahan di halaman Griya Agung Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Ahad, 25 November 2018. Jokowi dianugerahi gelar kehormatan adat Komering Provinsi Sumsel yaitu Raja Balak Mangkunegara. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan salam saat menghadiri penganugerahan di halaman Griya Agung Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Ahad, 25 November 2018. Jokowi dianugerahi gelar kehormatan adat Komering Provinsi Sumsel yaitu Raja Balak Mangkunegara. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan program perhutanan sosial bertujuan memperjelas hak hukum warga dalam mengelola hutan. Hal itu ia sampaikan saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada masyarakat Sumatera Selatan di Taman Wisata Alam Punti Kayu, Kota Palembang, Ahad, 25 November 2018.

    Baca: Foto Tomy Winata Dukung Jokowi, Timses: Siapapun Boleh Dukung

    Jokowi menjelaskan program ini memberi akses pengelolaan kawasan hutan kepada masyarakat. Terutama yang bertempat tinggal di sekitar kawasan hutan. Hingga November tahun ini, kata dia, pemerintah telah memberikan akses perhutanan sosial terhadap lahan seluas 2,1 juta hektare.

    "Di seluruh Indonesia telah kita serahkan 2,1 juta hektare kepada masyarakat, bukan kepada yang gede-gede. Yang dulu-dulu kayak gini diserahkan ke yang gede-gede. Sudah 2,1 juta hektar dan target kita 12,7 juta," kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Kepresidenan, Senin, 26 November 2018.

    Jokowi menuturkan lewat program ini, masyarakat secara legal bisa mengelola lahan hutan dan mengolah hasilnya untuk kesejahteraan mereka. Pemerintah memberi konsesi pada masyarakat selama 35 tahun dan diakui secara hukum sebagai pengelola lahan hutan sosial tersebut.

    "Ini jelas sekali. Kita ingin memperjelas hak hukum bapak, ibu sekalian dalam mengelola hutan sosial yang kita berikan," ujarnya.

    Jokowi meminta para petani yang telah menerima konsesi pengelolaan hutan untuk benar-benar memanfaatkan lahan tersebut secara produktif.

    "Kalau yang dapat petani, semakin banyak saya semakin senang. Tapi hati-hati, jangan misalnya dapat 10 hektare kemudian ditelantarkan. Hati-hati, saya juga bisa tegas. Yang gede saya cabut, yang kecil pun juga saya cabut kalau tidak produktif," kata Jokowi.

    Simak: Jokowi Serahkan SK Perhutanan Sosial ke Warga Sumatera Selatan

    Dalam kesempatan itu, Jokowi menyerahkan kawasan hutan nasional seluas 56 ribu hektar untuk dikelola oleh 1.900 kepala keluarga dari 10 kabupaten di Sumatera Selatan. "Hari ini telah diserahkan kepada bapak, ibu, semua sebanyak 56 ribu hektare. Hati-hati, 56 ribu hektare itu banyak sekali," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?