Selasa, 11 Desember 2018

Jokowi Terima Gelar Raja Balak Mangkunegara dari Suku Komering

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan salam saat menghadiri penganugerahan di halaman Griya Agung Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Ahad, 25 November 2018. Jokowi dianugerahi gelar kehormatan adat Komering Provinsi Sumsel yaitu Raja Balak Mangkunegara. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan salam saat menghadiri penganugerahan di halaman Griya Agung Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Ahad, 25 November 2018. Jokowi dianugerahi gelar kehormatan adat Komering Provinsi Sumsel yaitu Raja Balak Mangkunegara. ANTARA

    TEMPO.CO, Palembang – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima gelar Raja Balak Mangkunegara dari Masyarakat Adat Komering, Sumatera Selatan.

    Ketua Adat Majelis Tinggi Komering, Haji Romli Mustikaratu mengatakan arti gelar itu adalah raja agung memegang kekuasaan tertinggi Republik Indonesia. Gelar itu diberikan karena Jokowi dianggap mewakili hati nurani masyarakat Komering.

    Baca: Iriana Jokowi Diangkat Sebagai Ratu Indoman di Sumatera Selatan

    “Kami yakin dia adalah pemimpin baik,” kata Haji Romli Mustikaratu saat pemberian gelar di Griya Agung Palembang, Ahad, 25 November 2018.

    Tak hanya Jokowi, masyarakat adat Komering juga memberikan gelar kepada ibu negara Iriana Jokowi. Gelar yang diberikan yakni Ratu Indoman yang artinya ibunda yang memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat dengan selalu menjaga sopan santun.

    Atas pemberian gelar tersebut, Jokowi meminta masyarakat adat suku Komering menjaga kerukunan atas keberangaman adat istiadat di Indonesia. “Jangan sampai politik memerusak segalanya,” kata Jokowi pada sambutannya.

    Baca: 5 Gelar Adat yang Diterima Jokowi

    Saat pemberian gelar, tampak Jokowi mengenakan tanjak khas Sumatera Selatan dengan bahan kain songket berwarna merah. Ia juga mengenakan kain songket di pinggangnya dilengkapi baju cokelat abu-abu.

    Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru yang juga keturunan dari suku Komering mengatakan pemberian gelar kepada presiden bukan dengan alasan sembarangan. Pemberian gelar itu telah melalui proses musyawarah panjang masyarakat Adat Komering. “Ada musyawarah dan penilaian-penialaian,” kata dia.

    Herman Deru menyebutkan musyawarah masyarakat adat Komering dilakukan pada tanggal 20 November 2018.

    Baca: Kunker ke Sumut, Jokowi Dapat Gelar Adat dan Buka MTQ Nasional


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.