Penyebar Hoax PKI Ditangkap, Jokowi: Itu yang Namanya Nabok

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan anak-anak makan siang di Saung Sewu Resto, Pesawaran, Lampung, Sabtu, 24 November 2018. Sebelumnya, Jokowi mengikuti Jalan Sehat Bersama #01JokowiLagi di Tugu Adipura, Bandar Lampung. ANTARA

    Presiden Jokowi berbincang dengan anak-anak makan siang di Saung Sewu Resto, Pesawaran, Lampung, Sabtu, 24 November 2018. Sebelumnya, Jokowi mengikuti Jalan Sehat Bersama #01JokowiLagi di Tugu Adipura, Bandar Lampung. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memperingatkan bahwa penyebar fitnah dan atau berita bohong akan diproses secara hukum.

    Baca juga: Pemilik Akun IG Ini Mengaku Awalnya Bikin Hoax untuk Lawan Ahok

    "Jadi hati-hati memfitnah, membuat hoax, hati-hati," katanya kepada media di Bandara Radin Inten II pada Sabtu malam, 24 November 2018.

    Presiden dalam beberapa acara mengemukakan kepada warga bahwa dia menghadapi fitnah menyusul peredaran gambar rekaan yang menampilkan sosok menyerupai dia berdiri di depan mimbar tempat DN Aidit berpidato dalam kampanye PKI.

    Ia menegaskan bahwa akan ada proses hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dengan penyebaran fitnah dan kabar bohong tersebut.

    Pada 15 Oktober 2018, polisi menangkap pemilik akun media sosial Instagram @sr23_official bernama Jundi (27) di kediamannya Kecamatan Lueng Bata, Provinsi Aceh, dalam perkara itu.

    Baca juga: Polisi Tangkap Penyebar Hoax KTP Palsu di Bandung

    Jundi diketahui memproduksi serta menyebarkan hoaks serta ujaran kebencian, dan bebreapa kali menggunggah tuduhan bahwa Presiden Joko Widodo adalah pengikut Partai Komunis Indonesia (PKI).

    "Itu yang namanya menabok ya itu. Menabok dengan proses hukum," kata Jokowi menanggapi penangkapan tersangka penyebar gambar-gambar hoax terkait dia.

    Pada Jumat 23 November 2018 lalu, Jokowi menyampaikan kegeramannya soal penyebaran kabar hoax bahwa dia PKI. Ia mengungkap soal foto DN Aidit tengah pidato pada 1955. Ada foto Jokowi di bawah Aidit. "Astagfirullah, lahir saja belum. Ini yang kadang-kadang, haduhmau saya tabok, orangnya di mana, saya cari betul," ujar dia di Lampung Tengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.